SIDOARJO (RadarJatim.id) — Agar bisa merasakan benar-benar sebagaimana aslinya di pondok pesantren. Dalam kegiatan Pondok Ramadan 1447 H ini SMA Negeri 1 Wonoayu mondok di Ponpes Modern Al Amanah Junwangi, Krian, dimulai pada 2 Maret hingga 5 Maret 2026.
Terprogram dalam MABIT (Malam Bina Ilmu dan Taqwa) Ramadan, SMANIWA In Collaboration With MA BIMA-Menguatkan Iman, Taqwa dan Membangun Ukhuwah Islamiyah Pesantren Modern Al Amanah, diperkuat dengan teken MoU (Memorandum of Understanding) kedua belah pihak.
Tandatangan pertama oleh Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd berikutinya Pengasuh Ponpes Modern Al Amanah Junwangi, KH Nurcholis Misbah, pada (2/3/2026) pagi di Pendopo Giri Kedaton Ponpes Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo.
KH Nurcholis Misbah dalam tausiyahnya sangat memberi pencerahan dan motivasi kepada para siswa, agar kedepannya bisa menjadi orang yang sangat berguna, bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

KH Nurcholis Misbah juga meminta kepada para siswa agar mengosongkan pola pikirnya, mengosongkan angan-angannya yang tidak perlu, agar nantinya bisa mendapatkan ilmu baru, bisa mendapatkan ilmu yang manfaat tidak harus dari pengasuh/ustad, tetapi bisa dari apa saja yang ada di lingkungan pondok,” pintanya.
Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu Dr. Ririn Faridah menuturkan kegiatan ini adalah untuk pembentukan karakter, menanamkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu agar para siswa mendapatkan pengalaman pesantren sebagaimana aslinya, bisa dirasakan secara langsung oleh anak-anak.
Kegiatan ini bisa memberikan pengalaman berharga, yang diharapkan dapat mengubah akhlak siswa menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan ini. “Kami titipkan anak-anak untuk diberikan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amanah, agar bisa meningkatkan iman dan taqwanya, meningkatkan pendidikan spiritualnya,” harap Bu Ririn_sapaan akrabnya.
Lanjutnya, ada beberapa poin utama yang perlu ditekankan, adalah yakni untuk peningkatan Iman dan Taqwa. Memperkuat karakter Islami yang sudah dibiasakan di sekolah seperti salat dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mendapatkan penguatan spiritual yang lebih mendalam,” tegasnya.

Adapun pesertanya seluruh siswa, kelas X, XI, dan kelas XII dan pelaksanaannya dibagi dua, dua hari ini adalah siswa laki-laki, dan dua hari berikutnya adalah para siswa yang perempuan.
“Oleh karena itu kami menitipkan para siswa sepenuhnya kepada pengasuh pondok pesantren untuk dibimbing dengan sebaik-baiknya. Saya juga berpesan kepada anak-anak agar kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Bu Ririn.(mad)







