SURABAYA (RadarJatim.id) – Biduan kawakan Yuni Shara mengemukakan pengalamannya berinvestasi aman dengan bentuk emas. Artis sekaligus pengusaha ini telah membuktikannya dalam beberapa tahun ini.
Yuni Shara bahkan mengaku, sudah beberapa kesempatan memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, transaksi keuangan maupun investasi dalam bentuk emas.
“Emas itu salah satu investasi favorit yang sangat bermanfaat dalam menjaga nilai aset yang dimiliki. Sebagai artis tentu saya harus selalu tampil prima. Termasuk dengan mengenakan emas sebagai aksesoris yang mempercantik penampilan saya,”ujar pelantun lagu Pelangi ini dalam Talkshow Meraih Momen Emas Bersama Pegadaian di Hotel Bhumi Surabaya, Selasa (22/12/2020).
Terkait alasannya memilih produk jasa transaksi emas, Yuni Shara mengakui bahwa Pegadaian sebagai tempat yang tepat untuk berinvestasi. Pasalnya, dia tidak hanya bisa lewat menabung, bisa pula investasi emas secara angsuran.
“Bila ingin membeli tunai dapat dilakukan di Galeri 24 anak perusahaan Pegadaian. Di sana tidak cuma emas batangan, ada juga perhiasan dengan model yang cantik dan beraneka ragam,” katanya.
Terpisah, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan saat ini Pegadaian kini tampil melayani semua kalangan masyarakat, tidak hanya masyarakat menengah ke bawah tetapi juga masyarakat menengah ke atas. Mereka siap mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Lanjut dia, Pegadaian terus mengembangkan ragam jaminan dengan membuka layanan gadai saham, pinjaman usaha. “Bahkan gadai jaminan invoice. Plafon pinjaman sampai dengan Rp 2 miliar. Melalui layanan ini diharapkan Pegadaian dapat melayani segmen yang lebih luas dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” urai Kuawiyoto didampingi Pemimpin Wilayah Surabaya Supriyanto.
Kuswiyoto mengatakan, saat ini perseroan juga terus mengembangkan layanan berbasis digital yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Nasabah tidak perlu antri di loket sehingga selain mudah, juga cepat dan akurat.
“Dengan aplikasi Pegadaian Digital juga dapat dihindari terjadinya kerumunan transaksi di loket, sehingga lebih aman sejalan dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Phaksy/red)







