SIDOARJO (RadarJatim.id) — Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah, bulan yang penuh berkah sangat bagus sekali untuk menumbuhkan kepekaan sosial bagi sesama. Sehingga SMA Negeri 1 Wonoayu meluncurkan program ‘Sapa Bara’ pada Jumat (27/2/2026) pagi di Aula RA Kartini SMA Negeri 1 Wonoayu.
Program Sapa Bara (Satu Partisipasi Bahagiakan Saudara) merupakan gerakan sosial sekolah yang dilandasi semangat kepedulian dan kebersamaan. “Program ini hadir sebagai wadah pembelajaran karakter bagi seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepekaan sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan dhuafa,” tutur Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd.
Menurutnya, ‘Sapa Bara’ tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan berbagi secara materi, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran. “Bahwa setiap partisipasi sekecil apa pun memiliki makna besar dalam membahagiakan saudara yang membutuhkan,” jelas Dr Ririn Faridah.
Ia terangkan ‘Sapa Bara’ ini bisa terwujud hasil kolaborasi mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan dan Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 1 Wonoayu. “Sehingga bisa memberikan bantusan sesama kepada ratusan anak-anak yatim dan dhuafa. Baik untuk para siswa sendiri yang yatim maupun warga sekitar sekolahan,” terangnya.
Lanjutnya, tujuannya memang memberikan pembelajaran kepada anak-anak turut peduli, atau menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama pada anak-anak yang kurang beruntung. Sekaligus guru menjadi tauladan, sebagai contoh untuk memberikan berpartisipasi berupa uang.
Sedangkan anak-anak mengumpulkan berupa Sembako, mulai dari gula, minyak goreng bahkan ada juga yang memberikan roti dan snack. “Semuanya bersifat sukarela, tidak ada keterpaksaan, untuk mengajarkan kepada anak-anak rasa kepedulian sesama. Jadi bulan yang penuh berkah ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” terang Bu Ririn_sapaan akrabnya.
Harapannya tentunya untuk menanamkan pendidikan karakter yang kuat pada Keluarga Besar SMA Negeri 1 Wonoayu, khusus para siswa, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini kita berlomba-lomba berbagi kebaikan, juga berlomba-lomba mengetuk kepedulian masing-masing.
“Yang jelas juga untuk membiasakan budaya berbagi di lingkungan sekolah, sebagai wujud implementasi pendidikan karakter. Membangun rasa syukur atas nikmat yang dimiliki dengan berbagi kepada sesama,” harapnya.

Jadi ‘Sapa Bara’ ini kedepan akan terciptanya generasi siswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan jiwa sosial yang kuat. Juga terbangunnya budaya sekolah yang peduli, humanis, dan penuh empati.
“Alhamdulillah program-program berbagi, selain ‘Sapa Bara’ juga ada berbagi takjil yang dilakukan oleh Keluarga Besar SMA Negeri 1 Wonoayu. Mereka semua bergiliran untuk berbagi takjil,” ungkap Bu Ririn.
“Semoga anak-anak yatim dan dhuafa merasakan kebahagiaan, perhatian, dan semangat baru dalam menjalani kehidupan,” doa Dr. Ririn Faridah.(mad)






