SURABAYA (RadarJatim.id) – Masyarakat, terutama kaum ibu warga kota, butuh pengetahuan dan keterampilan praktis yang langsung berdampak ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan berbasis entrepreneurship sangat diminati.
Pendapat itu disampaikan oleh Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu, guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kepada RadarJatim.id terkait dengan urgensi pemberdayaan masyarakat, Kamis (22/1) siang.
Bukan hanya berwacana, dirinya bersama dosen anggota tim Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Biologi Unesa sudah aktif melakukan langkah nyata melalui pelatihan untuk warga Kota Surabaya. Sebagai contoh, mereka sukses melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Berbasis Entrepreneurship Skala Rumah Tangga di Kelurahan Menur Pumpungan, Kota Surabaya, pada 17 September 2025 yang lalu.
”Pelatihan diikuti oleh ibu-ibu PKK RT setempat. Acara berlangsung dengan penuh antusias. Terbukti mereka aktif mengikuti setiap rangkaian pelatihan, baik teori maupun praktik,” tambahnya.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dengan keterampilan budidaya tanaman yang tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan atau untuk menyalurkan hobi dan waktu senggang yang dimiliki. Materi pelatihan dirancang sederhana dan aplikatif sehingga mudah diterapkan di lingkungan rumah.
Salah satu kegiatan yang paling diminati peserta adalah praktik budidaya sayuran secara hidroponik sederhana. Dengan memanfaatkan peralatan yang mudah didapat dan biaya yang terjangkau, para peserta belajar menanam sayuran seperti sawi, selada, dan kangkung di pekarangan maupun teras rumah. Metode ini dinilai cocok untuk wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Selain hidroponik, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) skala rumah tangga. POC dibuat dari limbah dapur seperti sisa sayuran dan buah-buahan yang difermentasi. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan cara memupuk tanaman secara ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.
Para ibu-ibu PKK juga diajak untuk mengoptimalkan lingkungan sekitar rumah dengan menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (toga). Selain untuk konsumsi sendiri, hasil panen juga dapat dijual apabila dikemas dengan baik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa langsung dipraktikkan di rumah. Kami jadi tahu cara menanam sayur sendiri dan membuat pupuk dari limbah dapur,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.
Menyaksikan respons positif dari peserta pelatihan tersebut, membuat tim PkM Prodi Biologi yang melibatkan Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu, Prof. Dr. Yuliani, Dra. Evie Ratnasari, M. Si., dan Ibu Sari Kusuma Dewi, S.Si., M. Si. dari Kelompok Rumpun Botani, semakin bersemangat untuk menindaklanjuti kegiatan serupa di tempat lainnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu RT Kelurahan Menur Pumpungan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, lebih peduli terhadap lingkungan, serta mampu mengembangkan usaha kecil berbasis budidaya tanaman. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini berpotensi menjadi langkah awal dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif. (rio)

Prof. Dr. Yuni Sri Rahayu (tengah) bersama tim PkM dan warga seusai diklat budidaya tanaman skala rumah tangga.







