KEDIRI (RadarJatim.id) – Inovasi minuman herbal berbahan dasar daun kayu putih hadir dari Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang warga setempat, Sukaji, mengolah daun kayu putih yang selama ini dianggap limbah, menjadi wedang yang diklaim mampu menyegarkan sekaligus menghangatkan tubuh dan baik buat kesehatan.
Sukaji mengatakan, ide tersebut berawal dari pemanfaatan limbah daun kayu putih milik Perhutani di wilayah Jatirejo. Daun-daun yang sebelumnya tidak termanfaatkan itu kemudian dicoba diolah menjadi minuman herbal sederhana.
“Saya membuat inovasi daun kayu putih dijadikan minuman. Khasiatnya untuk menyegarkan dan menghangatkan tubuh. Ini berasal dari Dusun Sumber Bahagia, memanfaatkan limbah Perhutani Jatirejo,” ujar Sukaji saat ditemui, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, dalam satu gelas wedang kayu putih dibutuhkan sekitar lima lembar daun kayu putih muda. Racikan tersebut kemudian dipadukan dengan daun lemon untuk menambah aroma segar alami.
“Kalau dibuat satu gelas sekitar lima lembar daun, ditambah daun lemon. Rasanya enak dan segar. Masyarakat yang mencoba bilang rasanya berbeda dan menghangatkan,” katanya.
Sukaji menuturkan, bahan baku daun kayu putih tidak bisa dipetik sembarangan. Ia harus menunggu sekitar enam bulan hingga daun tumbuh cukup dan siap dipanen.
“Dari kecil sampai bisa dipakai kurang lebih enam bulan. Harus daun yang masih muda dan segar supaya rasanya enak,” jelas dia.
Proses pembuatannya pun tergolong sederhana. Daun kayu putih dan daun lemon dimasukkan ke dalam gelas, lalu disiram air panas. Setelah itu, gelas ditutup agar uap dan aroma tidak hilang.
“Dimasukkan air panas, lalu ditutup supaya aromanya tetap. Bisa disaring, bisa juga tidak. Kalau tidak disaring, aromanya justru lebih terasa,” tutur Sukaji.
Dalam dua tahun terakhir, wedang kayu putih buatannya mulai dikenal warga sekitar. Minuman ini kerap disajikan sebagai penghangat tubuh, terutama saat cuaca dingin di wilayah lereng Gunung Wilis.
Sukaji berharap, inovasinya dapat terus dikembangkan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemanfaatan limbah daun kayu putih di desanya. Ia juga membuka peluang jika ke depan wedang kayu putih tersebut bisa diproduksi lebih luas sebagai minuman khas Dusun Sumber Bahagia. (rul)







