GRESIK (RadarJatim.id) — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik siap merebut kembali kekuasaan dalam pemerintahan Kabupaten Gresik yang dalam beberapa periode kepemimpinan lepas meski hasil pemilu legislatif masih dominan. Karena itu, dalam Pemilu 2024, partai yang memiliki kedekatan dengan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) ini menargetkan meraih 16 kursi dari 13 kursi di DPRD Gresik saat ini.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPC PKB Gresik Much. Abdul Qodir dalam silaturrahim kader PKB lintas generasi saat menghelat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor PKB Jalan Raya Kartini Gresik, Jumat (21/10/2022).
Di hadapan para pendiri, senior, kader dan fungsionaris PKB lintas generasi, Qodir yang juga Ketua DPRD Gresik itu optimistis, partainya mampu mendulang tambahan kursi dari yang dimiliki saat ini. Hal itu disampaikan mengingat dukungan terhadap PKB di Gresik diyakini terus meningkat.
“Dari 13 kursi di dewan saat ini, kami optimistis mampu menambah, minimal menjadi 16 kursi. Kuatnya dukungan para senior dan bergabungnya kembali kader-kader PKB yang sempat ‘singgah’ ke partai lain, menambah semangat dan keyakinan kami, bahwa dalam Pemilu 2024, perolehan kursi PKB di dewan akan meningkat,” tandasnya.
Untuk maksud itu, lanjut Qodir, PKB kini tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan kinerja mesin politik partai yang dipimpinnya. Ia katakan, untuk merealisasikan capaian minimal 16 kursi di dewan, tiap daerah pemilihan (dapil) yang ada minimal dapat 2 kursi.
“Bahkan kami prediksi, ada 2-3 dapil yang bisa meraih 3 kursi,” tambahnya.
Pertemuan dengan mengambil tema “Refleksi Gerakan Politik Santri Pasca-Reformasi hingga Saat Ini di Kabupaten Gresik” itu dihadiri sejumlah pelaku sejarah pendirian PKB di Gresik dan beberapa periode kepengurusan partai berlambang bola dunia dikelilingi 9 bintang itu.
Dikatakan, selain silaturrahim, pertemuan lintas generasi ini juga menjadi ruang konsolidasi kultural. Sebab, para senior PKB, meski sudah tidak aktif berpolitik praktis, namun mereka masih memberikan support penuh dan masih punya kiprah dan pengaruh di Masyarakat.
“Pesan dari para senior, arahan dari para pendiri ini nantinya jadi bekal berharga bagi pengurus dan kader PKB sekarang dalam mengarungi realitas politik saat ini, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024,” ujarnya.
Salah satu pendiri PKB Gresik KH Chusnan Ali, mengungkapkan, dalam proses pendirian PKB di daerah ditunjuk Tim 5 yang diasistensi oleh Tim 9. Tim 5 itu, lanjut Kiai Chusnan Ali terdiri atas Rais Syuriah PCNU Gresik, Katib Syuriah, Ketua Tanfidziah dan Sekretaris, serta satu perwakilan perempuan. Karena itu, bisa dikatakan, meski secara struktural tak berkaitan, lahirnya PKB memang dibidani oleh NU.
“Jadi historisnya diakui atau tidak, ya NU. Tak mungkin PKB mengintervensi NU, yang ada adalah PKB berkhidmat ke NU. Yang kebetulan Katib Syuriah saat itu adalah saya, jadi khidmat PKB ke NU adalah kewajiban dan niscaya,” ujarnya.
Karena itu, Kiai Chusnan Ali meminta agar PKB selalu berkhidmat dan mengembangkan hubungan yang lebih intens dengan NU.
“PKB ini masih memiliki semangat berkhidmat di masyarakat sesuai harapan NU,” imbuhnya.
Ketua DPC PKB Gresik tahun 2004 Ahmad Nadhir yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, saat itu kursi PKB dalam pemilu 2004 meraih 22 kursi. Dengan komposisi itu kekuatan partai yang didirikan Gus Dur itu sangat diperhitungkan.
Dalam pandangan Nadhir, saat ini PKB masih konsen di NU sebagai “anak kandung” politik NU. Ia berharap, sudah saat ini dikembangkan pola pembagian peran di kalangan komponen politik PKB.
“Harus ada pembagian tugas, siapa yang di politik, siapa yang di ekonomi. Ini sama-sama harus kita bina dan kembangkan, output-nya ya kemenangan PKB,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini. (sto)







