GRESIK (RadarJatim.id) – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik terus mencari dan mengembangkan potensi bibit pemuda pelopor. Selain diproyeksikan dalam seleksi di tingkat kabupaten, pemuda pelopor juga dipersiapkan untuk mewakili Gresik di tingkat Provinsi Jatim dan nasional.
Hal itu terungkap dalam Penguatan Kepeloporan dalam Persiapan Menjemput Keberhasilan Pemuda Pelopor Tahun 2023. Hadir dan membuka acara yang digelar di aula Disparekrafbudpora Gresik Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik ini, Kabid Kemudaan dan Olahraga, Ahmad Dharief Dalawi, mewakili Kadis Parekrafbudpora Gresik.
Sementara untuk membangkitkan semangat pemuda pelopor, hadir dua narasumber motivator dan pendamping pemuda pelopor: Suswati dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim dan Eddy Purwanto, Founder/Ketua Umum Perkumpulan Konsultan, Pendamping, dan Pelatihan Usaha (PKPPU).
‘’Kami memang terus mencari bibit yang bisa dikembangkan potensinya untuk bisa mewakili Gresik di tingkat provinsi dan nasional. Karena itu, sebelum ke tingkat provinsi, kami gelar dulu event tingkat kabupaten,” ujar Darief ditemui seusai membuka acara.
Dikatakan, Januari 2023 pihaknya mulai menjaring calon pemuda pelopor di tingkat Kabupatebn Gresik. Seleksi akan dilakukan melalui lomba yang secara terbuka akan diikuti para pemuda Gresik dengan rentang usia 16-30 tahun. Diperkirakan, Maret 2023 hasil seleksi atau juaranya sudah bisa diketahui.
“Juara pemuda pelopor di tingkat Gresik akan diikutkan dalam seleksi tingkat provinsi yang diperkirakan Mei dan tingkat nasional pada Oktober 2023. Mudah-mudahan tahun 2023 Gresik mampu memenangkan seleksi pemuda pelopor di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya seraya berharap, pendamping yang akan dilibatkan mampu mengorbitkan para pemuda Gresik berkiprah di tingkat provinsi dan nasional, seperti pernah diraih tahun-tahun sebelumnya.
Sementara Suswati, pendamping pemuda pelopor dari Dispora Jatim mengungkapkan, pemuda harus mampu melahirkan karya nyata, bukan sekadar ide atau inovasi. Sebab, karya nyata itulah parameter terukur yang memiliki bobot cukup tinggi dalam penilaian. Wanita energik ini pun lalu banyak menyampaikan kisi-kisi penilaian dan tips yang mesti diketahui dan dipahami calon peserta lomba pemuda pelopor.
“Jadi, kalian harus mampu menunjukkan karya nyata, sekali lagi karya nyata, buka ide atau kreasi belaka. Itu yang akan mengantarkan adik-adik atau anak-anak ke tangga sukses sebagai pemuda pelopor,” ujar perempuan yang telah belasan tahun mendampingi pemuda pelopor Jatim ini.
Dalam kesempatan yang sama, Founder/Ketua Umum Perkumpulan Konsultan, Pendamping, dan Pelatihan Usaha (PKPPU) Eddy Purwanto, juga berbagi tips menuju sukses pemuda pelopor. Dikatakan, selain kemampuan keilmuan dan pengetahuan yang mumpuni, satu hal penting tidak boleh lepas dari kepribadian pemuda pelopor.
“Apa itu? Attitude atau sikap atau perilaku yang baik saat menyampaikan materi dan berhadapan dengan dewan juri. Boleh jadi, kalian itu termasuk pemuda yang pintar, ilmu dan pengetahuannya ‘wah’, tapi kalau attitude-nya nggak bagus, akan percuma. Saya katakan, akan sia-sia kalau kuatnya ilmu dan pengetahuan itu tidak dikuatkan dengan attitude yang bagus. Karena itu, ayo bangkit dan benahi diri kalian untuk meraih sukses pemuda pelopor,” ujar Wanto, sapaan akrab Eddy Purwanto, membakar semangat puluhan peserta penguatan pemuda pelopor.
Mengutip ketentuan yang ditetapkan Kemenpora, Wanto mengatakan, pemilihan Pemuda Pelopor tingkat nasional mencakup 5 bidang kepeloporan pemuda. Kelimanya adalah bidang Pendidikan; Agama, Sosial, dan Budaya; Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata; Pangan; dan Inovasi Teknologi.
“Terhadap 5 bidang kepeloporan itulah harus benar-benar kita siapkan secara matang. Dan, jangan kalian pernah ragu untuk melangkah. Terus dan terus semangat untuk mewujudkan harapan pemuda pelopor,” tandasnya. (sto)







