SURABAYA (RadarJatim.id) Dapat dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berpotensi besar untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sebagai Calon Presiden (Capres). Selain mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi, Ketum Gerindra itu diyakini bisa melanjutkan kerja-kerja dari pemerintahan Presiden Jokowi ke depannya.
Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Singgih Manggalou menyatakan, Prabowo adalah capres yang sudah pasti akan mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi. Singgih melanjutkan, Prabowo diyakini akan melanjutkan berbagai program dan kebijakan Presiden Jokowi demi menyejahterakan rakyat Indonesia.
“Narasi yang berkembang saat ini, terjadi perpecahan antara Presiden Jokowi dan Ketum PDI Perjuangan Bu Mega. Hal ini terbukti dengan beberapa relawan Pak Jokowi memberikan dukungan ke Pak Prabowo,” kata Singgih.
Dalam survei yang diselenggarakan oleh lembaga survei Surabaya Research Syndicate (SRS) periode 2-11 Agustus 2023, Prabowo diyakini mendapatkan dukungan (endorse) dari Presiden Jokowi. Hasil Survei SRS menunjukkan, sebanyak 43,6 persen publik meyakini endorsement Presiden Jokowi akan diberikan kepada Prabowo untuk menjadi Presiden RI periode 2024-2029.
Selain sudah pasti mendapatkan dukungan dari orang nomor satu di Indonesia, Prabowo juga bertekad untuk melanjutkan program konkret yang sudah dijalankan. Di antaranya adalah Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan dan BLT Dana Desa.
Prabowo menuturkan, sebagian besar program itu bertujuan untuk membantu masyarakat miskin. Maka dari itu, ia berjanji akan meneruskan program-program tersebut apabila terpilih menjadi Presiden pada pilpres mendatang.
Karenanya, Singgih menilai dinamika politik yang terjadi belakangan ini lebih condong menguntungkan Prabowo. Selain karena adanya intrik dan perpecahan di kubu PDIP, endorse dari Presiden Jokowi terhadap Prabowo berdampak langsung terhadap elektabilitas Capres PDIP, Ganjar Pranowo yang saat ini daya elektoralnya stagnan bahkan cenderung menurun.
“Endorse presiden kepada Prabowo mengakibatkan posisi elektabilitas Pak Ganjar stagnan bahkan menuju penurunan,” ujar Singgih. (RJ/RED)







