GRESIK (RadarJatim.id) — Euforia memeringati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) tahun 2024 ini, tidak saja terjadi di instansi pemerintah, perusahaan, atau di komplek perumahan, bahkan di kampung-kampung, tetapi telah menyisir kawasan-kawasan kumuh yang cenderung terpinggirkan. Salah satunya, di area Terminal Gubernur Suryo Gresik, Jawa Timur, yang di dalamnya terhimpun puluhan keluarga anak jalanan, pengamen, dan pengemis.
Maka, begitu memasuki bulan Agustus, mereka juga ingin menikmati kegembiraan merayakan Hari Kemerdekaan, momentum pembebasan bangsa Indonesia dari pasung penjajahan. Sebagaimana dilakukan kelompok masyarakat lainnya, puluhan keluarga anak jalanan (anjal) ini juga terlibat dalam aneka lomba yang tidak saja diikuti oleh anak-anak, tapi sekaligus orang tuanya.
Dengan tema “Ciptakan Komunikasi Anak dan Orang Tua yang Lebih Mesra”, keluarga anjal ini larut dalam lomba antarkeluarga (terdiri atas orang tua dan anak). Meski jenis lomba yang dipilih cukup sederhana, mereka menyatu dalam kebersamaan penuh kegembiraan. Di antara lomba yang dipertandingkan adalah memindahkan gelang karet memakai sedotan, yang tiap tim terdiri atas 3 orang, anak dan orang tua.
Selain itu, juga ada lomba menyuapkan kerupuk dari anak ke orang tuanya yang dalam kondisi mata tertutup. Tentu, lomba yang sekilas nampak sederhana ini memantik keceriaan dan kegembiraan yang luar biasa.
“Konsepnya memang murah-meriah dan menggembirakan. Tapi yang pasti, dalam lomba ini, kami ingin membangun kebersamaan di antara orang tua dan anak yang terlibat dalam tim lomba. Harapannya, nilainya membekas dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Koordinator Pembimbing di Rumah Belajar Anak Jalanan Terminal Gubernur Suryo, Iin Budiarti, Sabtu (24/8/2024).
Selain dua jenis lomba yang menuntut kebersamaan dalam tim antarkeluarga itu, juga digelar lomba tartil membaca surat Al Fatihah dalam Al Quran. Aspek penilaian yang dilakukan terdiri atas: tajwid, makhojul huruf, dan wagof.
Joko, salah satu kepala keluarga anjal mengaku gembira mengikuti lomba Agustusan ini. Apalagi pria berusia 60 tahun asal Tuban ini, bersama cucunya berhasil menjadi juara 1 makan kerupuk. Paling tidak, katanya, keceriaan dan kegembiraan yang ia rasakan bersama keluarga yang lain, sejenak melupakan getirnya kehidupan yang harus mereka lalui sehari-hari.
“Bagi kami, ikut memeriahkan HUT RI bersama keluarga besar warga anak jalanan Terminal Gubernur Suryo adalah suatu anugerah tersendiri. Kalau soal hadiah tidak kami pikirkan. Kami juga ingin memeriahkan Agustusan ini, Merdeka!” pekik Joko sambil mengepalkan tangan kanannya ke atas.
Untuk perlombaan ini, baik untuk lomba perorangan maupun tim, panitia menyediakan hadiah uang tunai dan peralatan rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya meja belajar, tumbler tempat minum, dan perkakas lainnya. (sto)







