• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Sastra/Budaya

Pameran Tunggal Kusuma Husna, Melukis yang Diketahui, Bukan yang Dilihat

by Radar Jatim
21 September 2024
in Sastra/Budaya
0
Pameran Tunggal Kusuma Husna, Melukis yang Diketahui, Bukan yang Dilihat

Salah satu lukisan karya Husna yang dipamerkan. (ist)

2.7k
VIEWS

SURABAYA (RadarJatim.id) — Dalam rangkaian perayaan 20 tahun Sanggar DAUN (2004-2024), seorang seniman anak dari Sanggar DAUN Gresik, yakni Kusuma Husna unjuk karya dengan menggelar pameran tunggal di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda kompleks Alun-alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya.

Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu (21/9/2024), Pukul 16.00 WIB. Sementara masa pamerannya, yakni mulai tanggal 21 hingga 27 September 2024, dengan jam buka galeri pukul 09.00-21.00 WIB. Menurut kurator pameran Arik S. Wartono, pameran itu terbuka untuk umum dan gratis.

Kusuma Husna, gadis cilik berusia 7 tahun adalah anak kedua dari pasangan Cahyo Kusumo dan Anita Hidayati, yang saat ini masih bersekolah kelas 1 SDN 4 Petrokimia Gresik. Bocah ini akan siap memamerkan 14 karya media cat akrilik dan gouache di atas kanvas. Tentang ukuran lukisan yang dipamerkan, terbesar ukuran 100×100 Cm dan yang terkecil 50×50 Cm.

Arik S. Wartono yang juga pendiri dan pembina Sanggar DAUN ini mengatakan, tema yang dieksplorasi oleh Kusuma Husna adalah dunia kesehariannya, mulai dari kehidupan dalam rumahnya di Gresik, lingkungan sekolahnya, tempat kerja ayahnya, sekolah tempat ibunya mengajar, juga suasana tempat tinggal neneknya di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah.

Pengalaman wisata ke Bromo, persahabatannya dengan teman sekolah masa Taman Kanak-kanak (TK), serta apa pun yang ia imajinasikan tentang dunia satwa misalnya singa, jerapah, cumi-cumi, kerang dan lain-lain oleh Kusuma Husna ditampilkan dalam gaya kanak-kanak yang naif sekaligus unik. Semua karya dikerjakan tahun 2024 dan pameran ini dipersiapkan selama 1 tahun terakhir.

Husna bersama lukisannya.

Dalam visualisasi setiap ide dan gagasannya ke dalam kanvas, Husna sebenarnya tidak melukis apa yang ia lihat, tetapi justru melukis apa yang ia ketahui. Misalnya, saat melukis singa, detail anatomi satwa singa tidak penting baginya, bahkan bentuk singa bisa bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikiran Husna.

“Juga ketika Husna melukis dunia tempat kerja ayahnya di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, gedung rumah sakit dan mobil ambulance yang tervisualisasi dalam karyanya, bisa jadi sama sekali tidak mirip dengan apa yang ia lihat hampir setiap hari,” tambah Arik.

Husna tidak peduli dengan bentuk fisiknya, bahkan sekalipun ia melihat fotonya. Pasalnya, Husna memang melukis semua itu berdasarkan apa yang ia tahu tentang objek yang dilukisnya, yang tentu saja lekat bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikirannya.

Bahkan ketika Husna menggambarkan suasana bermain bersama teman-teman barunya di Sekolah Dasar (SD) atau teman lamanya saat masih Taman Kanan-kanak (TK), ia lebih berpijak pada ingatannya sekaligus semua yang ia rasakan dalam persahabatan. Baginya, detail fisik teman-temannya menjadi tidak penting, sebab yang lebih penting baginya adalah suasana batin yang ia rasakan dan lekat dalam ingatannya.

“Metode melukis seperti ini, khas anak-anak yang sudah mulai keluar dari periode “coreng-moreng yang diberi nama,” ungkap Arik.

Dan, yang paling menarik dari karya-karya Kusuma Husna selain bentuk (form) aneka objek yang unik, ekplorasi teknik melukis yang ia kembangkan juga cukup beragam. Mulai dari teknik aquarel dengan media akrilik dan qouache yang encer dicampur banyak air sapuan-sapuan warna tipis, sehingga menghasilkan warna yang transparan.

“Teknik opaque terutama dengan media cat akrilik yang tidak banyak dicampur dengan air atau bahkan cat langsung dari tubenya, dengan goresan tebal, sehingga menghasilkan warna yang pekat dan padat,” jelasnya.

Beberapa bagian dalam karya Husna juga cukup beragam dalam teknik visualisasi objek. Antara goresan tebal-tipis langsung menggunakan kuas, bervasiasi dengan goresan outline tebal warna hitam menggunakan kuas maupun spidol.

Eksplorasi teknik ini tentu bisa terus dikembangkan dengan banyak variasi lainnya, misalnya teknik kolase, eksplorasi tekstur, cat semprot dan banyak ragam teknik melukis yang bisa dicoba untuk eksplorasi keragakan teknik melukis. (sto)

Tags: Bukan DilihatGaleri erah PutihKusuma HusnaMelukis yang DiketahuiPameran TunggalPelukis Ciliksurabaya

Related Posts

Tahanan Kasus Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng Sidoarjo Karena Sakit, Punya Riwayat Kejang Sejak Kecil

Tahanan Kasus Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng Sidoarjo Karena Sakit, Punya Riwayat Kejang Sejak Kecil

by Radar Jatim
31 Desember 2025
0

DUKA: Terdakwa kasus demonstrasi meninggal...

Lautan Bercerita, Pameran Tunggal ke-7 Ariel Ramadhan di Surabaya

Lautan Bercerita, Pameran Tunggal ke-7 Ariel Ramadhan di Surabaya

by Radar Jatim
21 Desember 2025
0

SURABAYA (RadarJatim.id) - Bertajuk “Lautan...

Lautan Bercerita, Cara Ariel Ramadhan Menengok Masa Lalu untuk Masa Kini dan Masa Depan

Lautan Bercerita, Cara Ariel Ramadhan Menengok Masa Lalu untuk Masa Kini dan Masa Depan

by Radar Jatim
19 Desember 2025
0

Kuratorial oleh Arik S. Wartono...

Load More
Next Post
Lembaga Pendidikan Nurul Fikri Sidoarjo Fasilitasi Wali Murid Wisuda Al Qur’an

Lembaga Pendidikan Nurul Fikri Sidoarjo Fasilitasi Wali Murid Wisuda Al Qur’an

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In