SIDOARJO (RadarJatim.id) – Momen perpisahan Komandan Kompi (Danki) 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Setiawan, S.H. berlangsung penuh haru. Di balik tasyakuran yang digelar di markas Kompi 4 Batalyon A Pelopor, Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Senin (1/6) malam, tersimpan berbagai kenangan pengabdian yang sulit dilupakan selama memimpin satuan tersebut.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi AKP Setiawan adalah ketika memimpin anggotanya dalam pengamanan demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI. Saat itu, situasi dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pengalaman saya yang tidak bisa terlupakan adalah saat menangani konflik sosial pada saat RUU TNI. Alhamdulillahirabbil’alamin dengan semangat juang kami yang menggelora, kami bisa menetralisir perusuh-perusuh atau pengacau-pengacau keamanan,” ujar AKP Setiawan.
Ia menegaskan, keamanan Kota Surabaya harus tetap terjaga dari berbagai potensi gangguan.
“Khususnya Surabaya, kami tidak rela apabila Surabaya diporak-porandakan. Surabaya harus kondusif, harus aman, tenteram dan damai,” tegasnya.
Menjelang serah terima jabatan yang akan berlangsung pada 3 Juni 2026, AKP Setiawan berpesan agar seluruh anggota Brimob tetap memegang teguh nilai-nilai perjuangan dan integritas dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, anggota Brimob harus memiliki jiwa pejuang dan tidak boleh menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.
“Setiap anggota Brimob harus mempunyai jiwa seorang pejuang. Tidak boleh mempunyai jiwa-jiwa penjahat. Kalau mempunyai jiwa penjahat, maka negara dalam keadaan bahaya. Kita punya kewenangan dan senjata yang harus digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Selama kurang lebih 15 bulan memimpin Kompi 4 Batalyon A Pelopor, berbagai prestasi berhasil ditorehkan anggotanya. Mulai dari cabang olahraga bela diri Mixed Martial Arts (MMA), boxing, bulu tangkis hingga mengikuti kejuaraan internasional di Singapura.
“Kompi kami benar-benar aktif dalam prestasi. Terutama MMA, boxing, bulu tangkis, sampai anggota kami ada yang bertanding di luar negeri, khususnya di Singapura. Kebetulan saat itu gugur di semifinal,” ungkapnya.
Tasyakuran perpisahan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah mendukung kepemimpinannya selama ini.
“Ini bentuk ucapan terima kasih saya selama memimpin di Kompi 4 Batalyon A Pelopor. Alhamdulillahirabbil’alamin semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar berkat dukungan seluruh anggota,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, kegiatan tasyakuran juga dirangkai dengan nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia. Menurut AKP Setiawan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan nasionalisme dan semangat kebersamaan di antara anggota.
“Ini adalah momen kebangkitan sepak bola Indonesia. Kami hanya bisa berdoa dan memberikan dukungan dari jauh. Semoga Timnas Indonesia bisa mendunia,” katanya.
AKP Setiawan juga mengungkapkan nilai utama yang ingin diwariskan kepada seluruh anggota Kompi 4 Batalyon A Pelopor, yakni penguatan iman dan takwa sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Dengan iman dan takwa yang mendarah daging, insyaallah akan tegak lurus melaksanakan tugas dengan berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya. Kalau imannya kuat, ibadahnya kuat, insyaallah tindakannya juga akan kuat dan berorientasi pada kebaikan,” pungkasnya.
Tasyakuran perpisahan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan diwarnai tangis haru keluarga besar Kompi 4 Batalyon A Pelopor.
AKP Setiawan hadir didampingi sang istri, Arisa Riyanto, yang turut menyaksikan penghormatan dan ucapan terima kasih dari para anggota atas dedikasi serta pengabdiannya selama memimpin satuan tersebut. (RJ/Red)







