• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Gresik Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Hari, Tanpa Istirahat

by Radar Jatim
25 November 2020
in Pendidikan
0
Gresik Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Hari, Tanpa Istirahat

Bupati Sambari Halim Radianto saat menyampaikan sambutan pada FGD. (Foto: ist)

25
VIEWS
GRESIK (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka menyusul membaiknya kondisi pandemi Covid-19. Rencananya, pembelajaran tatap muka dimulai awal Januari 2021. Untuk maksud itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengggelar fokus grup diskusi (FGD) di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa (24/11/2020) untuk menggali berbagai masukan terkait rencana dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. FGD ini mengundang forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), kepala sekolah dan komite sekolah, serta organisasi perangkat daerah di bawah dinas pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, pihaknya  bertekad memulai pendidikan tatap muka pada awal semester Januari 2021. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, sebagaimana diumumkan Mendikbud Nadiem Makarim. “Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat. Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya pemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep Perbup (peraturan bupati),” kata Sambari saat membuka FGD. Dalam merencanakan pembelajaran tatap muka ini, tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep Perbup untuk didiskusikan antara Forkopimda, pengelola lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMTA, komite sekolah, serta para pimpinan OPD yang membawahkan pendidikan di Gresik. Satu per satu pasal dibacakan untuk mendapat masukan dan persetujuan. Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka, yang sangat perlu disiapkan adalah sarana dan prasarananya. Demikian juga pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas. “Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas termasuk penyemprotan dengan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antarsiswa, juga harus dipersiapkan,” kata Bupati. Rencananya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya diikuti oleh 50 persen murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya tiga jam, tanpa ada istirahat dan cuma tiga hari dalam seminggu. Maksudnya setiap kelompok efektif belajar dua hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti dengan kelompok yang lain, begitu seterusnya. “Karena belajar selama tiga jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman. Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,” kata Bupati. Kebijakan untuk para guru, kata Bupati, meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili di Gresik. “Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kos di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,” tandas Sambari. Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa atas putera puterinya yang belajar. Misalnya ada orang tua yang menambah jaket serta pakaian pelindung yang lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai. “Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,” kata Bupati. Bahkan Bupati siap menutup kembali sekolah apabila sekolah tersebut ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah Kembali melanda. (rj2/red)

Tags: belajartatapmukagresikpemkabgresiktigahariseminggu

Related Posts

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

by Radar Jatim
13 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Bupati Gresik,...

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

by Radar Jatim
21 Desember 2025
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Koordinator Kopertais...

Menikmati Kuliner Jadul Kajen Giri, Seperti Menjelajah di Mesin Waktu

Menikmati Kuliner Jadul Kajen Giri, Seperti Menjelajah di Mesin Waktu

by Radar Jatim
14 Desember 2025
0

Kuliner jaman dulu (jadul) ibarat...

Load More
Next Post
Peringati Hari Guru, Siswa Berlian School Vote Guru Terfavorit

Peringati Hari Guru, Siswa Berlian School Vote Guru Terfavorit

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In