GRESIK (RadarJatim.id) — Santri Pondok Pesantren Refah Islami Sidayu, Gresik, Jawa Timur yang tergabung dalam Kader Lingkungan berhasil mengembangkan budi daya Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi). Menariknya, keberhasilan itu berkat pemanfaatan air bekas cucian beras yang berasal dari dapur pesantren.
Proses budidaya ini hanya memerlukan waktu sekitar 10-14 hari untuk menghasilkan jamur yang kaya manfaat. Jakaba, yang dikenal sebagai sumber organik berfungsi sebagai pupuk cair yang sangat efektif untuk menyuburkan tanaman.
“Pupuk cair dari jamur ini terbukti ampuh dalam mengatasi masalah tanaman kerdil, serta memberikan harapan baru dalam pertanian berbasis ramah lingkungan,” ungkap Mudir Pondok Pesantren Refah Islami, KH Farid Dhofir, Lc, MSi, Selasa (10/12/2024).

Kepedulian terhadap lingkungan ini mengantarkan Pondok Pesantren Refah Islami menerima Penghargaan Eco Pesantren Tingkat Pratama peringkat II dari Gubernur Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan atas capaian pesantren dalam hal: penghijauan, pengelolaan sampah, pemberdayaan sumber daya air dan energi, serta kreativitas dalam mengelola produk pesantren.
Ponpes Refah Islami memiliki budaya DIAM BERSERI yang merupakan akronim dari Disiplin, Aman, Bersih, Sehat, Rapi, dan Bersih. Hal itu berkonsekuensi tingginya perhatian pada lingkungan di dalam lingkungan pesantren. Setidaknya itu dibuktikan dengan dimilikinya green house dan santri yang tergabung dalam wadah Kader Lingkungan.
Sebelumnya, Madrasah Tsanawiyah (MTs), pendidikan setingkat SMP, Refah Islami juga telah mendapatkan penghargaan Madrasah Adiwiyata dari Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2023. (sto)







