SIDOARJO (RadarJatim.id) — Setelah berhasil mengikuti rangkaian MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Ramah sejak tanggal 14 Juli 2025 lalu, bagi siswa baru tahun ajara 2025/2026 SMK Telkkom Sidoarjo. Kini mereka diuji kemampuannya untuk ditampilkan di Pentas Seni, pada (19/7/2025) sore.
Kepiawaian mereka dalam berkarya seni ditampilkan dan ditonton langsung oleh teman-temannya sendiri. Mulai dari tari, musik, teater, gerak dan lagu. Ada yang menarik diantaranya adalah teatrikal tentang kenakalan remaja, tawuran dan bullying yang diperankan oleh para siswa sendiri.
Digambarkan ada seorang teman perempuan lagi asyik membaca buku, di tengah-tengah keasyikan membaca, tiba-tiba ada dua temannya laki-laki yang menggoda. Bukanya diambil diambil dan dibuang, bahkan teman perempuan tadi juga didorong hingga jatuh.
Tidak diketahui oleh dua pelaku tersebut, dari jauh ada seorang teman perempuan yang lagi merekam kejadian tersebut, dan divediokan. Singkat cerita akhirnya dilaporkan kepada gurunya, dua pelakunya dipanggil, namun tidak mengakui perbuatannya, hingga terjadi perdebatan.
Tak lama korban yang dibullying bersama temannya yang memvideokan tadi, langsung menunjukkan bukti tersebut kepada gurunya. Sehingga dua pelaku tidak bisa mengelak, akhirnya terjadilah permintaan maaf dan berdamai, pelaku juga minta maaf tidak akan mengulangi perbuatannya.
Ketua Pelaksana MPLS Ramah SMK Telkom Sidoarjo, Guruh Mayong Firmansyah, S.Sos mengungkapkan kalau semua kegiatan anak-anak ini berkat pendampingan para guru-gurunya. Jadi semua kegiatan didampingi oleh para guru, sementara anak-anak OSIS MPK menjadi Satgas-Satgasnya,” jelas Pak Mayong_sapaan akrabnya.
Ia jelas kalau MPLS Ramah ini pembukannya sudah dimulai tanggal 14 Juli 2025 lalu oleh Kepala SMK Telkmo Sidoarjo, Abror, M.Pd dan anak-anak langsung diberikan pengenalan lingkungan sekolah.
Mulai dari pengenalan budayanya, kulturnya karakter sekolahnya bagaimana untuk membentuk karakter anak-anak, khususnya kelas X itu sesuai dengan visi sekolah. “Tangguh berakhlak dan berwawasan digital,” jelasnya.
Selain itu kami juga mengundang para narasumber atau pemateri dari luar sekolah, diantaranya dari BNN Kabupaten dari Dinas P3A untuk menjelaskan program pronografi, ada juga materi ketertiban dan kedisiplinan, juga PBB dari Menwa.

Termasuk juga ada demo ekstra, Paskib, Hambalang, PMR, Pencak silat, juga dibuatkan stand ekstra agar anak-anak baru usai menikmati tampilannya langsung bisa mendaftar dan mimilih ekstra yang disukai.
“Di MPLS Ramah ini juga ada yang menarik, yakni anak-anak membuat pesawat dari kertas yang diterbankang sebagai simbul harapan,” katanya.
Ditutup dengan senam bersama dan makan bersama, tujuannya untuk memupuk rasa kekeluaragaan. Juga ada simbolis menulis impiannya apa, lima tahun kedepan mau jadi apa, peminatan kompetensi yang diinginkan seperti apa, karakter menjadi orang yang seperti apa, termasuk ingin kuliah dimana.
“Tulisan-tulisan impian mereka terus dimasukkan box, dan nanti saat kelulusannya akan diberikan lagi. Termasuk juga tentang hasil video mereka sekarang ini, nantinya juga akan di putar ulang saat kelulusannya,” pungkas Pak Mayong.(mad)







