SIDOARJO (RadarJatim.id) – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah sebuah program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) untuk memperbaiki, merehabilitasi atau membangun jaringan irigasi secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
P3-TGAI bertujuan untuk mendukung kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyediakan air irigasi yang lebih baik serta menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan melalui pekerjaan perbaikan jaringan irigasi.
Akan tetapi pada tataran pelaksanaan dilapangan ada saja oknum-oknum tak bertanggungjawab yang berusaha mengeruk keuntungan dari P3-TGAI tersebut, mulai dari penggunaan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan standar hingga permintaan jasa/fee kepada pengurus P3A.
Berdasarkan hasil investigasi dilapangan telah ditemukan pembangunan saluran irigasi P3-TGAI oleh Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Barokah, Desa Putat Kecamatan Tanggulangin yang berdiri diatas pondasi lama serta ketebalan dan ketinggian pasangan batu tidak sesuai gambar kerja yang disepakati.
Selain itu, menurut salah satu petani setempat yang sedang mengairi sawahnya dengan menggunakan mesin pompa air mengatakan bahwa pembangunan saluran irigasi P3-TGAI di Desa Putat dikerjakan oleh pemborong, dan para pekerjanya dari luar desanya.
“Nggak tahu, pak! Kenapa hari ini (1/9/2025, red) kok tidak aktivitas. Kalau kemarin-kemarin sih, ada yang sedang bekerja memperbaiki saluran irigasi ini,” kata petani yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Ia tidak mempermasalahkan ketika bangunan atau pemasangan batu kali yang baru dilakukan diatas pondasi yang sudah lama, asalkan kuat dan tidak mudah ambrol seperti bangunan saluran irigasi yang lama.
“Asalkan tidak mudah ambrol seperti sebelum-sebelumnya. Kalau yang dulu itu, belum satu tahun sudah ambrol disana-sini,” ucapnya.
Penggunaan pekerja dari luar desa atau bahkan dari luar daerah juga berlaku pada pembangunan saluran irigasi P3-TGAI oleh HIPPA Tirto Mulyo Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.
“Kulo saking (Desa, red) Gempolsari, pak!,” jawab salah satu pekerja yang ditemui RadarJatim.id dilokasi pesawahan.
Padahal menurutnya di Desa Gempolsari sendiri ada pembangunan saluran irigasi P3-TGAI, akan tetapi pelaksanaannya dikerjakan oleh orang luar atau pihak ketiga/kontraktor. (mams)







