KEDIRI (RadarJatim.id) — Pemerintah Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, resmi meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Jumat (16/1/2026). Koperasi ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk memangkas rantai distribusi kebutuhan pokok, sekaligus memperkuat struktur ekonomi desa.
Peluncuran KDMP Desa Blaru merupakan bagian dari program nasional penguatan koperasi desa yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya membangun ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong. Melalui koperasi, desa didorong menjadi pelaku utama dalam pengelolaan ekonomi lokal meski gerai dari koperasi itu masih dalam tahap proses pembangunan.
Kepala Desa Blaru, Endro Prasmono, menyebut kehadiran KDMP sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi desa.
“Hari ini adalah titik baik yang harus kita dukung bersama. Harapannya, koperasi ini mampu menopang aktivitas ekonomi desa dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa koperasi desa tidak dimaksudkan untuk menciptakan persaingan tidak sehat. Warga tetap bebas memilih tempat berbelanja.
“Tidak ada kewajiban. Biarkan koperasi bersaing melalui caranya masing-masing, entah dari segi pelayanan, kualitas, hingga harganya,” kata Endro.
Ketua KDMP Desa Blaru, Zudha Wahyu Purnama, menjelaskan, pada tahap awal koperasi akan memfokuskan usaha pada penyediaan sembako dan kebutuhan rumah tangga. Produk diperoleh langsung dari pemasok grosir untuk menekan harga jual.
“Unit simpan pinjam akan menyusul setelah sistem berjalan stabil. Fokus utama kami tetap penyejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar Zudha.
Camat Badas, Prasetyo Iswahyudi, menilai keberadaan KDMP sebagai implementasi nyata kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi desa. Ia menyebut koperasi sebagai wujud ekonomi kekeluargaan yang relevan dengan kondisi masyarakat pedesaan.
“Di Kecamatan Badas, seluruh delapan desa telah membentuk KDMP dengan badan hukum resmi. Lima koperasi sudah beroperasi dan enam desa telah membangun gerai koperasi,” kata Prasetyo.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama muspika, pendamping desa, dan asisten bisnis terus mendorong agar koperasi desa dapat segera beroperasi meski pembangunan fisik masih berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Ke depan, KDMP Desa Blaru juga dirancang untuk bersinergi dengan BUMDes guna menggarap peluang usaha lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas lapangan kerja serta mengoptimalkan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan. (rul)






