SIDOARJO (Radarjatim.id) — Seluruh guru SMA Negeri 1 Krembung sangat antusias mengikuti pelatihan peningkatan kompetensinya, tentang percepatan pembelajaran yang disinergikan dengan teknologi, digitalisasi.
Kegiatan yang dikemas dalam Workshop Smart Classroom 5.0, mengambil tema Revolusi Pembelajaran Dengan Sinergi AI (Artivicial Intelligence) dan IFP (Interactive Flat Panel) tahun ajaran 2025-2026.
Dibuka terlebih dahulu oleh Pengawas SMA Cabdin Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Sutris, S.Pd M.Pd, didampingi Kepala SMA Negeri 1 Krembung Dra. Fety Susilawatie, M.Pd pada (12/2/2026) pagi di Aula SMA Negeri 1 Krembung.
Hampir sehari penuh workshop tersebut dilaksanakan, antusias peserta sangat tinggi, terbukti mulai awal hingga akhir kegiatan para peserta masih semangat memenuhi aula, karena materi-materi yang diberikan bisa dicerna dengan mudah dan cara penyajiannya tidak menjemukan.
Karena pihak sekolah telah menghadirkan beberapa narasumber yang sangat mumpuni di bidangnya masing-masing.
Diantaranya tentang diseminasi pemanfaatan IFP untuk pembelajaran oleh Ari Edi Handayani, S.Pd., M.Pd. Membuat Media Pembelajaran dan praktik menggunakan IFP oleh Wahyudi, S.Pd hingga presentasi hasil media pembelajaran yang dibuat oleh tiga kelompok Mapel
Terakhir motivasi oleh M. Fajar Sidik, M.Pd yang memaparkan tentang Sinergi GTK, Melangkah Bersama Menyatukan Energi, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, dengan dipandu moderator yang sangat piawai, Ulfatul Husna, S.Ag M.Pd.
Sebelumnya, Pengawas SMA Cabdin Sidoarjo Sutris menjelaskan kalau IFP ini menjadi papan interaktif. “Walaupun belum punya banyak, hendaknya bisa belajar memanfaatkan nya dengan maksimal dan bergantian, mudah mudahan kedepannya ada bantuan lagi,” doa Pak Sutris_sapaan akrabnya.
Menurutnya, kondisi sekarang ini sangat cocok Smart Classroom 5.0 karena bisa mengintegrasikan teknologi digital secara interaktif. Mengutamakan kebutuhan dan potensi murid.
“Termasuk juga bisa mendorong kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis, dengan menggunakan data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun tetap menempatkan guru sebagai fasilitator utama,” tegasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Krembung Fety Susilawatie juga menuturkan kalau workshop ini dilaksanakan intinya untuk meningkatkan kompetensi para guru. Merupakan agenda rutin satu semester, satu kegiatan workshop minimal.
Dan tema yang kami pilih ini merupakan hasil diskusi dengan Tim UPM (Unit Penjamin Mutu) sekolah, bahwa teman-teman perlu dibekali satu keterampilan membuat media pembelajaran yang berbasis IA, yang disinergikan dengan IFP bantuan dari pemerintah.
“Walaupun belum banyak, namun masih bisa dimaanfaatkan untuk pembelajaran secara bergantian. Semoga membuat para siswa semakin termotivasi,” tuturnya.
“Intinya untuk meningkatkan kompetensi guru, terkait dengan pembuatan media pembelajaran interaktif,” tegas Bu Fety_sapaan akrabnya.

Selain itu, yang terakir adalah motivasi untuk teman-teman guru semua agar tetap menunjukkan kinerja yang bagus terkait denganTupoksinya masing-masing penuh tanggungjawab, “Pesertanya semua guru, sedangkan motivasi ditambah para tenaga pendidikan,” jelasnya.
“Harapan kami semoga teman-teman guru semakin mendapatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan terkait pembuatan media pembelajaran yang sesuai dengan zamannya,” harap Bu Fety.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini sangat bermanfaat sekali, kami telah memiliki pengetahuan baru,” ungkap Wahyu Romadoni guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Krembung.
“Jadi ketika di kelas bisa menggunakan media pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan harapan anak-anak lebih tertarik, karena pelaksanaannya tidak membosankan,” harapnya.
Ulfatul Husna guru penggagas Workshop mengucapkan syukur Alhamdulillah, dengan IFP ini akan sangat membantu guru-guru bisa mempermudah pembelajaran berbasis digital yang interaktif.
“Kami lakukan IA sinergikan dengan IFP ini karena banyak fasilitas-fasilitasnya yang bisa dimanfaatkan, juga bisa mengunduh aplikasi yang diperlukan tanpa harus bayar,” terang Ulfatul Husna.(mad)







