GRESIK (RadarJatim.id) — Perjalanan spiritual mengantarkan Wen Chao, seorang pekerja asal Tiongkok, pada keputusan penting dalam hidupnya. Setelah melalui proses pencarian dan pembelajaran selama beberapa bulan, pria berusia 33 tahun ini akhirnya mantap memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Rabu (11/3/2026).
Wen Chao diketahui bekerja di PT Xinyi Glass Factory yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur. Prosesi ikrar mualaf tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, didampingi Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, MAg.
Setelah prosesi ikrar mualaf, Kiai Rofiq menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.
“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq.
Kiai Rofiq juga mengatakan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati.
“Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (yang nampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin, bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.
Selain itu, Kiai Rofiq juga mengingatkan, bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf. Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan, bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
Sementara itu, Wen Chao –melalui bantuan temannya sebagai penerjemah– menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam.
“Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” ungkap Wen Chao.
Ia menambahkan, ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.
Menurut Wen Chao, proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara secara diam-diam dari lingkungan sekitarnya, serta melalui interaksi dengan teman-teman Muslim. Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam. (har)







