KEDIRI (RadarJatim.id) — Peningkatan kasus campak di sejumlah daerah di Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur mempercepat program imunisasi massal. Langkah ini ditempuh untuk mengejar target kekebalan kelompok (herd immunity) sebesar 95 persen guna mencegah potensi wabah yang lebih luas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Bambang Triyono, mengatakan, tren kenaikan kasus campak tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga mulai terdeteksi di beberapa wilayah Jawa Timur.
“Memang ada peningkatan kasus di beberapa daerah, termasuk di Jawa Timur. Ini menjadi kewaspadaan bersama, terutama karena kelompok paling rentan adalah bayi dan balita,” ucap Bambang, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggencarkan kampanye imunisasi campak-rubella (MR) secara serentak di seluruh wilayah sejak awal pekan ini. Imunisasi difokuskan pada anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, dengan pemberian lanjutan pada usia 18 bulan dan saat anak memasuki usia sekolah. Strategi ini dinilai krusial untuk membentuk perlindungan berlapis terhadap penyebaran virus.
“Target nasional kita 95 persen. Kalau itu tercapai, maka kekebalan kelompok akan terbentuk dan penularan bisa ditekan,” katanya.
Selain imunisasi, Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem deteksi dini. Seluruh puskesmas diminta aktif melakukan pelacakan terhadap kasus yang dicurigai sebagai campak.
Bambang menjelaskan, gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam yang disertai ruam atau bercak kemerahan pada kulit. Jika ditemukan, petugas kesehatan segera mengambil sampel untuk memastikan diagnosis melalui uji laboratorium.
“Petugas kami didorong untuk menemukan sebanyak mungkin kasus suspek, agar bisa dipastikan apakah itu campak atau bukan. Sampel akan kami kirim ke laboratorium rujukan di Surabaya,” ujarnya.
Di tingkat desa, kegiatan imunisasi juga melibatkan peran aktif masyarakat. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Lala Insan Kumala, menyebutkan, antusiasme warga cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan imunisasi di posyandu.
Di Desa Gedangsewu sendiri terdapat 16 posyandu. Khusus kegiatan di Dusun Duluran, tercatat sekitar 35 hingga 40 peserta hadir, yang terdiri dari balita dan kelompok usia lainnya.
“Harapannya anak-anak tetap sehat dan tidak terdampak campak,” kata Lala.
Pemerintah daerah mengingatkan, keberhasilan menekan penyebaran campak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga partisipasi masyarakat.
Warga diminta segera melapor jika menemukan gejala yang mengarah pada campak di lingkungan sekitar.
Dengan kombinasi imunisasi massal dan deteksi dini, Pemkab Kediri berharap lonjakan kasus campak dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi kejadian luar biasa. (rul)







