SIDOARJO (RadarJatim.id) — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa SMA Negeri 3 Sidoarjo. Nilam Clarinta Dyza Larasati, siswi kelas XII ini berhasil menjadi calon mahasiswa, atau diterima S1 Bioteknologi ITS, jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) 2026 termuda dengan usia 15 tahun, tepatnya lahir tanggal 15 Mei 2010.
Nilam_sapaan akrabnya ini merupakan seorang siswi yang dikenal memiliki kemampuan akademik mumpuni, juga menunjukkan bakat luar biasa di bidang non-akademik, mulai dari senang melakukan riset hingga membuat produknya, menulis esai, KIR, juga hobi seni musik hingga kemampuan menjadi pembawa acara (MC).
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Sidoarjo Wiwik Tri Ernawati, S.Sos menyatakan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, Nilam adalah sosok siswa yang luar biasa, karena mampu menyeimbangkan berbagai potensi di usia yang masih sangat muda.
“Saya sebagai Kepala SMA Negeri 3 cukup sangat bangga. Ternyata Nilam itu anak yang luar biasa bagi kami, khususnya bagi saya. Selain dia mempunyai kemampuan akademik yang luar biasa di usia yang muda, juga mempunyai bakat lain yang luar biasa. Nilam juga bisa bermain musik, kemudian MC, dan lain-lain,” tuturnya pada (6/4/2026) pagi.
Keberhasilan Nilam tidak datang begitu saja. Kepala Sekolah menekankan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kedisiplinan dalam mengatur waktu. Nilam diketahui memiliki timeline atau rencana kerja yang terstruktur untuk dirinya sendiri.
Selain faktor internal, keberhasilan ini juga diakui sebagai hasil kolaborasi yang apik antara pihak sekolah dan orang tua. Peran orang tua dalam memberikan motivasi dan dukungan penuh saat anak berada di rumah maupun di sekolah menjadi kunci utama.
Kepala Sekolah berharap pencapaian Nilam dapat memicu semangat siswa-siswi lainnya untuk berani mengeksplorasi bakat mereka. “Saya harapkan dengan adanya prestasi Nilam itu juga menjadi awal dari prestasi-prestasi murid-murid lainnya. Di mana peran orang tua dan sekolah itu saling berkolaborasi dan bersinergi, sehingga nanti menghasilkan Nilam-Nilam berikutnya di SMA Negeri 3 Sidoarjo,” harapnya.
“Dengan adanya teladan seperti Nilam, SMA Negeri 3 Sidoarjo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan diri siswa secara holistik, baik dalam kecerdasan intelektual maupun kreativitas,” pungkas Bu Wiwik_sapaan akrabnya.
Ditemui di sekolahnya, Nilam mengungkapkan kunci utama keberhasilannya terletak pada kedisiplinan diri yang dibangun sejak dini. Ia memiliki kebiasaan unik yang sudah dilakukannya sejak masih di bangku Sekolah Dasar (SD).
Ia membuat manajemen setiap pagi setelah subuh, membuat jadwal harian atau timeline yang sangat mendetail. Ditulis dan ditempelkan di dinding kamarnya agar selalu terlihat dan ingat untuk melakukan evaluasi bila ada yang gagal dalam belajarnya.
“Selain itu, mengalokasikan waktu belajar rutin selama 3 jam setiap hari setelah pulang sekolah,” jelas Nilam. Meskipun disiplin, saya tetap memberikan waktu luang untuk bermain, seperti bermain ponsel dan yang lainnya, agar tidak merasa tertekan,” katanya.
Nilam juga mengakui bahwa perjalanannya tidak selalu mulus. Ia pernah merasa sangat kecewa ketika mendapatkan nilai Fisika yang rendah saat kelas 11 SMA. Namun, kekecewaan tersebut ia jadikan momentum untuk mengevaluasi diri. “Saya sangat menyadari bahwa rendahnya nilai itu disebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam menghitung, dan belum menemukan metode pengerjaan yang sederhana,” ungkapnya.
Sejak SD, Nilam sudah masuk kelas Excellent ditempuh 5 tahun, di SMP juga masuk kelas Excellent ditempuh dua tahu, dan di SMA juga masuk kelas unggulan. Prestasi yang di raih saat SD Story Telling juara I, SMP belajar berorganisasi dan belajar MC. Saat SMA Juara esai, juara II esai farmasi Unair, juara I Esai keterbaruan ekonom Undip, juara I lomba KIR farmasi Undip.(mad)







