SIDOARJO (RadarJatim.id) — Wakil Ketua PBNU memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan pesat Yayasan Pendidikan Sosial dan Ma’arif (YPM) Sidoarjo. Sekaligus mengajak seluruh dosen dan guru YPM untuk meneladani KH Munir Hasyim Latif, selaku pendiri YPM Sidoarjo.
Ajakan Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Mustafa disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar YPM Sidoarjo, pada (18/4/2026) di Gedung Graha Anugerah Gusti 2 Ngelom Megare Sidoarjo.
Dalam tausiyahnya, ia menyoroti sosok pendiri YPM, Almaghfurlah Kiai Hasyim Latief Munir, sebagai figur yang memiliki ketahanan spiritual luar biasa.
KH. Zulfa Mustofa menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke sebuah pondok pesantren lain yang kondisinya cukup memprihatinkan, di mana jumlah santrinya hanya tersisa sedikit. Hal ini ia bandingkan dengan kemajuan YPM yang kini memiliki tenaga pendidik mencapai 1.500 orang dan cabangnya yang meluas hingga ke Jombang.
”Saya ikut senang. Saya ini tidak punya lembaga pendidikan seperti beliau karena saya datang belakangan. Beliau datang duluan, beli tanah zaman itu lebih gampang. Beli tanah sekarang harganya sudah mahal,” katanya.
Alumnus Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati ini, menekankan pentingnya sifat resiliensi atau ketahanan dalam berjuang. Menurutnya, kesuksesan Kiai Hasyim Latief dalam membangun lembaga pendidikan yang besar tak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren.
”Bagaimana pesantren menanamkan akhlakul karimah, bagaimana berkhidmah itu harus ikhlas. Seseorang bisa mendapatkan public trust (kepercayaan publik) karena keikhlasannya, kesungguhannya, dan kezuhudannya,” tegas KH. Zulfa.
Ia berpesan kepada para pengurus YPM dan tenaga pendidik agar menjadikan perjuangan para pendahulu sebagai pijakan. Baginya, tanpa spiritualitas dan akhlak yang baik, seseorang tidak akan mungkin mendapatkan kepercayaan yang besar dari masyarakat.
Semenyara itu, Ketua YPM Sidoarjo, Ahmad Makki bahwa YPM terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan iman dan karakter Islami. Hal ini sejalan dengan visi awal pendiri YPM yang ingin merangkul masyarakat awam agar memiliki pemahaman agama yang lebih baik.

”Mayoritas umat Islam adalah masyarakat awam. Keberadaan YPM ini memang diperuntukkan bagaimana kita mendidik masyarakat awam ini untuk tetap memiliki peningkatan keimanan dan pemahaman Islam yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan YPM berbeda dengan pendekatan untuk masyarakat intelektual di perkotaan. YPM lebih mengedepankan cara-cara yang menyentuh akar rumput agar nilai-nilai agama dapat terserap dengan maksimal.
Hingga saat ini, YPM telah berkembang pesat dengan mengelola puluhan lembaga pendidikan dengan total sekitar 15.600 siswa, dan sebanyak 2.300 mahasiswa. Dengan 23 lembaga pendidikan (mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi).
“Harapan ke depan, kita akan terus mengembangkan terkait penguatan adab dan karakter di lingkungan anak didik kita. Berdasarkan berbagai penelitian, adab yang baik secara otomatis akan meningkatkan kemampuan intelektual dan kedisiplinan siswa,” harapnya.
”Dengan jumlah siswa yang mencapai belasan ribu, YPM Sidoarjo optimis mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kuat sebagai fondasi kemajuan bangsa,” pungkas Akhmad Makki salah satu putra KH Hasyim Latif.(mad)







