SIDOARJO (RadarJatim.id) – Lahan yang selama 25 tahun terbengkalai di Lapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong Sidoarjo) kini berubah menjadi ladang produktif. Seluas hampir 6.000 meter persegi, area tersebut sukses menghasilkan 2,5 ton jagung manis dalam panen raya yang digelar Selasa (21/4).
Panen ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol transformasi pemasyarakatan, dari tempat pembinaan menjadi pusat pemberdayaan yang berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, yang hadir langsung dalam panen raya tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
“Ini program Pak Prabowo yang kemudian diejawantahkan oleh Pak Agus Andrianto. Ini luar biasa. Pak Agus orang yang bisa merealisir dari ide menjadi praktik,” ujarnya.
Ia menilai, program ketahanan pangan berbasis lapas tidak hanya inovatif, tetapi juga inspiratif karena sudah diterapkan di berbagai daerah.
“Ini menginspirasi banyak hal. Bahkan membantu swasembada pangan yang berbasis potensi lokal dan research based,” tambah politisi Partai NasDem tersebut.
Willy juga menyebut, berbagai komoditas telah dikembangkan di sejumlah lapas, mulai dari melon, ikan nila, ayam petelur, hingga udang vaname.
“Political will-nya top dan tidak hanya berhenti di situ, tapi juga exercise-nya. Kita bisa lihat hasilnya nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menegaskan bahwa program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) menjadi bukti nyata kontribusi pemasyarakatan terhadap program nasional.
“SAE Lapas Porong menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi langsung dalam menyukseskan program Presiden dan Kementerian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan seluas 5.860 meter persegi yang sebelumnya terbengkalai kini dihidupkan kembali dan ditanami jagung manis.
“Dengan bibit sekitar dua kilogram, lahan ini mampu menghasilkan hingga 2,5 ton jagung dalam waktu tiga bulan sejak ditanam Januari lalu,” jelasnya.
Menurut Kadiyono, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara petugas dan warga binaan.
“Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga soal semangat pemasyarakatan untuk ikut mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran yang terlibat, termasuk aparat TNI dan Polri, dalam mendukung program tersebut.
“Sekecil apapun yang kita lakukan kalau itu bisa bermanfaat buat sesama, nilainya akan sama. Inilah yang harus kita gaungkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengaku bangga atas capaian tersebut. Kedatangan Ketua Komisi XIII DPR RI yang memberikan dukungan menjadi suntikan semangat untuk Lapas Kelas I Surabaya.
Ia menyebut keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja keras bersama antara petugas dan warga binaan.
“Kami bangga atas kerja keras seluruh pegawai lapas dan warga binaan dalam mensukseskan program ketahanan pangan, mulai dari menanam hingga panen jagung,” katanya.
Sohibur menambahkan, pada tahap awal terdapat tujuh warga binaan yang dilibatkan langsung dalam proses penanaman hingga panen.
“Mereka adalah narapidana yang telah menjalani setengah masa pidana dan sudah melalui tahapan asesmen,” jelasnya.
Ia berharap program ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga masyarakat sekitar.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar Lapas Porong,” pungkasnya. (RJ/Red)







