SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Negeri 1 Taman kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pionir pengembangan sekolah toleransi di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini terlihat dari adanya kunjungan tamu dari berbagai pihak, termasuk perwakilan negara Asia.
Bahkan Pemerintah Otoritas Palestina yang difasilitasi oleh Tim INOVASI (Inovasi untuk Anak Indonesia) juga melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Taman, pada (21/4/2026) siang.
Mereka terdiri dari DG Kurikulum Sains, Dir Teknologi Pendidikan, DG Ilmu Hum dan Sosial, Dir. Pendidikan Bahasa Inggris, Dir Pendidikan Jasmani, Dir Bahasa Arab, Dit Teknologi Pendidikan, Dir Pendidikan Agama, Dir Pengembang Pendidikan, Dit Pendidikan Fisika, Dir Bahasa Arab (DG Pengawas) dan HOP Palestine.
Kehadiran rombongan Delegasi Pendidikan Palestina dipimpin langsung oleh DG Kurikulum Sains Ihab Y.S. Inayyem, HOP Palestine Bethani Randell, disambut langsung oleh Kabid Mutu Pendidikan Dinas Dikbud Sidoarjo Lilik Sulistyowati, S.Pd M.Pd dan Kepala SMP Negeri 1 Taman, Dra. Masroh Hidajati, M.Pd, Henry Nurcahyo Ketua Komunitas Brangwetan/penggagas sekolah toleransi serta jajaran terkait.
Rombongan langsung keliling di beberapa kelas untuk melihat suasana pembelajaran, usai keliling dilanjut dengan Education Dialoger: Showcasing Indonesian Education Reform to the Palestinian Ministry of Education di Aula SMP Negeri 1 Taman.
Provincial Manager INOVASI Jatim M. Andri Budi menjelaskan kalau kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Australia (DFAT) dalam rangka berbagi praktik baik reformasi pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan guru serta pengembangan lingkungan belajar yang inklusif dan berkadilan.
Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi delegasi melihat secara langsung bagaimana kebijakan dan praktik pendidikan di Indonesia, yang diimplementasikan di tingkat satua pendidikan, termasuk dalam kontek pembelajaran yang berpusat pada murid, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didiknya.
Kepala SMP Negeri 1 Taman, Masroh Hidajati menjelaskan kalau kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi, sekaligus motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus melakukan inovasi.
”Alhamdulillah, kami mendapat kunjungan ini. Artinya ada perhatian dari pihak luar tentang pengembangan sekolah toleransi di SMP Negeri 1 Taman. Kami termotivasi untuk terus membuat perubahan ke arah yang lebih baik,” tutur Bu Masroh_sapaan akrabnya.
Dalam kunjungan tadi, para tamu menaruh perhatian besar pada cara sekolah, bagaimana cara mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam kurikulum dan proses belajar mengajarnya.
Lanjutnya, kami sampaikan bahwa toleransi bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata yang diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran, atau menyisipkan nilai-nilai toleransi di setiap mata pelajaran. “Sehingga terjadi pembiasaan, yaitu membangun budaya saling menghormati dalam interaksi sehari-hari antara siswa dan guru,” jelasnya.
”Kami juga terus melakukan diseminasi praktik baik melalui metode storytelling yang pernah dipresentasikan di tingkat internasional,” terangnya.
Meski kunjungan berlangsung di tengah persiapan peringatan Hari Kartini, pihak sekolah tetap mampu menyajikan kegiatan yang interaktif. Menariknya, antusiasme para tamu membuat durasi kunjungan bertambah dari rencana awal yang hanya satu jam di satu kelas, menjadi observasi di tiga kelas sekaligus.
”Awalnya diminta satu kelas saja, tapi setelah datang mereka minta tambah dua kelas lagi. Alhamdulillah, guru-guru kami selalu siap melaksanakan pembelajaran kapan saja,” tegasnya.

Sebagai langkah keberlanjutan, SMP Negeri 1 Taman berencana melakukan evaluasi dan refleksi diri terhadap program-program yang telah berjalan.
Selain itu, sekolah juga dalam waktu dekat akan memperbarui buku profil sekolah sebagai bentuk publikasi resmi dan suvenir bagi para mitra strategis, termasuk komunitas BrangWetan yang selama ini menjadi mitra utama dalam mengembangkan konsep sekolah toleransi.
Dengan adanya dukungan dari Dinas Pendidikan dan berbagai lembaga internasional, SMP Negeri 1 Taman optimis dapat terus menjadi role model dalam menumbuhkan semangat keberagaman di lingkungan pendidikan.(mad)







