GRESIK (RadarJatim.id) – Ada yang berbeda pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan UPT SD Negeri 94 Gresik pagi ini. Semangat “Merdeka Belajar” tidak hanya terpampang di spanduk, tetapi tecermin nyata melalui kolaborasi lintas jenjang antara SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung, Benjeng dalam sebuah upacara bendera yang luar biasa khidmat, Sabtu (2/5/2026).
Suasana lapangan pun nampak ikonik. Barisan guru yang mengenakan batik Korpri nampak gagah mengambil alih peran sebagai petugas upacara, sebuah simbol dedikasi, bahwa guru adalah pelayan sekaligus teladan utama. Di hadapan mereka, ratusan siswa SD berseragam pramuka dan anak-anak TK DWP Balongtunjung dengan seragam khasnya, berbaris rapi mengikuti setiap prosesi dengan disiplin tinggi.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Nanang Hadi, SPd, memberikan pesan mendalam yang menyentuh akar persoalan pendidikan saat ini. Ia menekankan, bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar urusan teknis atau administratif.
”Kebijakan peningkatan mutu pendidikan setinggi apa pun tidak akan terlaksana tanpa dukungan 3M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa itu, pendidikan kita hanya akan terjebak dalam formalitas angka-angka kuantitatif tanpa ruh perubahan,” tegas Pak Nanang, sapaan akrabnya, di hadapan peserta upacara.
Sorot mata kekaguman datang dari salah satu siswa kelas 4, Dutra Elshaddai Mamahani. Baginya, melihat guru-gurunya berdiri tegap di posisi petugas upacara memberikan kesan yang jauh lebih kuat daripada pelajaran di dalam kelas.
”Saya benar-benar terpukau. Biasanya Bapak dan Ibu guru mengajar kami di kelas, tapi hari ini mereka menjadi petugas upacara. Keren sekali melihat Pak Ipul (Muhammad Syaifullah) menjadi pemimpin upacara; suaranya sangat tegas dan lantang, membuat kami semua merinding dan makin semangat ikut upacaranya,” ungkap Dutra dengan bangga.
Kepala TK DWP Balongtunjung, Arni Ekayanti, SPd, menyebutkan, bahwa kehadiran anak-anak TK dalam upacara bersama ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini.
”Kolaborasi antara SD dan TK ini merupakan agenda yang rutin kami lakukan. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, ini adalah upaya agar transisi anak-anak dari jenjang TK ke SD menjadi lebih menyenangkan dan akrab dengan lingkungan sekolah barunya,” jelas Bu Yanti, sapaan Arni Ekayanti.
Muhammad Syaifullah, MPd, yang memimpin jalannya upacara dengan penuh wibawa, memberikan catatan penutup yang inspiratif. Baginya, Hardiknas adalah momentum bagi setiap pendidik untuk kembali ke khittah-nya sebagai penggerak.
”Hari ini kami ingin menunjukkan, bahwa keteladanan adalah metode mengajar yang paling ampuh. Guru tidak hanya memberi instruksi, tapi memberi bukti. Semoga semangat ini menular kepada seluruh siswa, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bermental baja,” tutup sosok yang akrab disapa Pak Ipul tersebut. (sha)
Kontributor: Muhammad Syaifullah







