GRESIK (RadarJatim.id) — Ruang produksi Arasa Onde-onde Mojokerto mendadak riuh oleh tawa dan tepuk tangan, Kamis (30/4/2026). Puluhan siswa kelas atas UPT SD Negeri 94 Gresik bertransformasi menjadi “koki profesional” dalam balutan apron oranye.
Mereka tidak sedang bertamasya, melainkan menimba ilmu dalam agenda Cooking Class & Swimming Activity yang dikemas secara edukatif. Bagi UPT SDN 94 Gresik, dinding kelas bukanlah batas untuk belajar. Kepala Sekolah, Hartik, MPd, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari penguatan aspek kokurikuler siswa. Ia menekankan pentingnya anak-anak mengenali apa yang mereka konsumsi.
”Outing class kali ini bukan sekadar belajar di luar sekolah atau rekreasi. Ini adalah kolaborasi pembelajaran kokurikuler yang menitikberatkan pada edukasi makanan sehat. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini, bahwa kuliner tradisional kita, jika diolah dengan benar, adalah pilihan gizi yang luar biasa,” ungkap Hartik penuh semangat.
Keberhasilan kegiatan yang terstruktur ini tidak lepas dari peran “layar belakang” yang kuat, yakni paguyuban kelas. Yuliati, selaku Ketua Paguyuban UPT SDN 94 Gresik, menyebutkan, bahwa keharmonisan antara orang tua dan sekolah merupakan kunci utama suksesnya pendidikan karakter.
”Kolaborasi antara sekolah dan wali murid adalah fondasi yang sangat diperlukan. Kami ingin orang tua tidak hanya menjadi penonton, tapi juga mitra aktif dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak. Hari ini adalah bukti nyata betapa kuatnya hasil dari kerja sama tersebut,” ujar Yuliati.
Di lokasi, para siswa dibimbing langsung oleh Kak Endul, mentor ikonik dari Arasa Mojokerto. Dengan gaya komunikasinya yang jenaka dan hangat, ia berhasil membuat anak-anak terpaku mengikuti setiap tahap pembuatan onde-onde, mulai dari pengolahan kulit hingga teknik menempel wijen yang sempurna.
”Saya benar-benar merasa senang dan terhormat atas kunjungan anak-anak hebat dari UPT SDN 94 Gresik. Rasa ingin tahu mereka sangat tinggi, dan keberanian mereka untuk mencoba langsung patut diacungi jempol. Mereka adalah bibit-bibit kreatif yang luar biasa,” puji Kak Endul di sela-sela aktivitasnya.
Rasa lelah menempuh perjalanan dari Gresik ke Mojokerto seolah terbayar tuntas saat butiran onde-onde hasil kreasi sendiri keluar dari penggorengan. Sesyl Michae Larasati, perwakilan siswa kelas 4, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
”Senang sekali bisa memperoleh ilmu baru hari ini. Sekarang saya tahu bagaimana proses rumit di balik pembuatan dan pengolahan onde-onde khas Mojokerto yang terkenal itu. Ternyata butuh kesabaran dan ketelitian. Ini pengalaman yang sangat berharga untuk saya dan teman-teman,” tutur Sesyl sambil menunjukkan karyanya.
Kegiatan ini menjadi bukti, bahwa UPT SDN 94 Gresik terus berinovasi dalam memberikan metode pembelajaran yang segar, menggabungkan antara kearifan lokal, kesehatan, dan kegembiraan dalam satu paket pendidikan yang tak terlupakan. (sha)
Kontributor: Muhammad Syaifullah





