SIDOARJO (RadarJati.id) — Suasana tangis haru dan penuh bahagia menyelimuti acara wisuda anak-anak KB-TK Nurul Fikri (Nufi) Sukodono Sidoarjo, yang dikemas dalam ‘Nufi’s Kids Talent’ pada Minggu (24/5/2026) pagi di Hall Fave Hotel Sidoarjo.
Momen yang penuh rasa syukur tersebut, diungkapkan perwakilan wali murid, Titik Widyawati yang juga sebagai Komite KB-TK Nufi Sukodono Sidoarjo.
Ia menyampaikan pesan dan kesan mendalam setelah mendampingi proses belajar anak-anaknya selama empat tahun berturut-turut di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Titik Widyawati menekankan pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini. Jadi kesuksesan seorang anak tidak hanya diukur dari nilai akademis semata, melainkan dari karakter dan akhlak yang mereka miliki.
”Alhamdulillah, dalam empat tahun berturut-turut ini saya mengikuti acara wisuda anak-anak saya. Dan finally hari ini yang terakhir. Akhirnya hari ini saya lulus dari KB-TK Nurul Fikri dan akan menitipkan anak-anak kami ke jenjang SD Nurul Fikri,” ungkapnya sambil meneteskan air mata bahagia.
Sebagi wali murid, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam (Jazakumullahu khairan) kepada seluruh ustaz dan ustazah KB-TK Nurul Fikri atas dedikasi, kesabaran, dan kasih sayang yang luar biasa dalam mendidik anak-anak.
“Sekolah dinilai berhasil menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik serta kemandirian ibadah, seperti kebiasaan salat tanpa harus terus-menerus diingatkan oleh orang tua,” ungkapnya yang tak henti-hentinya menestaskan air mata hingga diberikan tissu oleh ustadzah KB-TK Nufi.
Ia juga memuji kurikulum mingguan yang konsisten menyelipkan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari pembiasaan harian.
“Salah satunya adalah kutipan Surah Luqman ayat 17, yang tercantum di halaman depan buku penghubung siswa, tentang perintah melaksanakan salat,” jelasnya.
Menurut saya, ayat tersebut bukan sekadar pengingat bagi orang tua, melainkan doa yang tulus untuk seluruh siswa-siswi, ucapnya sembari menangis haru.
Selain prosesi wisuda anak, momen ini juga menjadi ajang apresiasi atas pelaksanaan Jilul Qur’an. Menariknya, KB-TK Nurul Fikri tidak hanya mewisuda para siswa, tetapi juga para orang tua yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Wafa yang diberikan secara gratis.

Sebelumnya, Kepala KB-TK Nurul Fikri Sidoarjo, Sri Muryani, S.Pd juga mengucapkan banyak terima kasih kepada ayah bunda yang telah mempercayakan putra-putrinya sekolah di Nurul Fikri.
Ustadzah Sri Muryani sampaikan, pihak sekolah tidak bisa sendiri dalam melakukan pendidikan. Ada tiga pilar penting dalam proses pendidikan Ananda, yaitu sekolah, orang tua, juga lingkungan.
Ketika kita berjalan bersama, bergandengan tangan, tentunya akan terbentuk iman yang kuat, akhlak yang mulia. “Semoga itu bisa berjalan terus dan menjadikan anak-anak bisa menghadapi tantangan di masanya nanti. Aamiin, aamiin ya rabbal alamin,” doanya.
”Untuk itu, kami dari sekolah, dalam perjalanan membersamai Ananda, ada banyak hal pelayanan kami yang belum bisa optimal, kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” pintanya.
Ketua Pondok Pesantren Ath Thoyyibah Sidoarjo yang menaungi Nurul Fikri Sidoarjo, Usdat Syaiful Arifin, S.S, M.Pd mengucapkan rasa syukur atas capaian Nurul Fikri hingga sekarang ini.
“Kita sangat bersyukur Nurul Fikri sudah memilih Al-Qur’an sebagai unggulannya. Insyaallah, kalau kita sama-sama kompak untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai unggulan, akan banyak sekali masalah yang bisa kita selesaikan.
“Why ? Ya, karena Al-Qur’an sudah ditegaskan oleh Allah sebagai hudan lin naas, sebagai petunjuk bagi manusia. Ya, sudah… itu sudah paten, enggak bisa diubah-ubah,” tegasnya.

“Tinggal bagaimana kita menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai petunjuk, mulai dari yang remeh, dari yang kecil, mulai dari bagaimana kita berinteraksi, bagaimana kita menginternalisasi untuk diri kita sendiri, lalu pada anak-anak kita,” terangnya.
Lanjutnya, Ya, Bapak-Ibu sekalian, Ustaz-Ustazah, kalau kita ingin anak-anak kita menjadi generasi Qur’ani, ya kita harus mulai dulu. Kita harus mulai dulu berniat dan berupaya.
“Saya harus menjadi orang tua yang Qur’ani. Mau tidak mau, harus mau, tentu dengan memperhatikan kemampuan kita masing-masing,” pungka Ustad Syaiful Arifin.(mad)







