SIDOARJO (Radarjatim.id) — SD Nurul Fikri Sukono Sidoarjo telah melaksanakan wisuda yang cukup inspiratif, mungkin ini satu-satunya di Indonesia, yakni anak dan orang tuanya di wisuda Al Qur’an bersama-sama.
Memang sangat berbeda dengan prosesi kelulusan pada umumnya, momen berharga ini tidak hanya diikuti oleh para murid, melainkan juga melibatkan wali murid atau orang tua mereka untuk diwisuda bersama-sama dalam hal tilawah Qur’an, pada (22/5/2026) di Hall Fave Hotel Sidoarjo.
Acara yang mengusung tema “Embracing A Bright Future With The Qur’an” ini menguji dan mewisuda sebanyak 72 anak didik serta 67 orang tua wali murid.
Dari jumlah tersebut, tercatat ada 11 pasangan anak dan orang tua yang berhasil lulus dan mengikuti prosesi wisuda secara bersamaan.
Sebelum dinyatakan lulus dan berhak mengenakan samir wisuda, para peserta harus melewati babak uji publik di atas panggung. Kemampuan membaca Al-Qur’an mereka diuji secara langsung oleh para penguji yang kompeten, disaksikan oleh seluruh hadirin yang memadati ruangan.
Salah satu wisudawati cilik, Rashida Alma Hamdani, siswi kelas 3 SD, tampak dengan percaya diri melantunkan ayat suci Al-Qur’an di samping ibunya, Dwi Nurhayati, yang juga menjadi peserta wisuda.
Dwi Nurhayati mengaku sangat termotivasi untuk ikut belajar mendalami ilmu agama dan tilawah Al-Qur’an demi bisa menyelaraskan diri dengan sang anak.
”Termotivasi ikut belajar juga. Masa anaknya bisa, ibunya atau orang tuanya enggak bisa, kan enggak banget. Di sini kami belajar bareng dalam kelompok-kelompok kecil tentang bagaimana cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar,” ungkap Dwi Nurhayati.
Ketua Yayasan Ath-Thoyyibah Sidoarjo, Syaiful Arifin, S.S M.Pd menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang yayasan dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai keunggulan utama sekolah, yang didukung oleh kolaborasi kuat dengan para orang tua.
Sejak awal kami dari yayasan menetapkan Al-Qur’an sebagai unggulan kekuatan kolaborasi. Maka kita juga memfasilitasi wali murid untuk sama-sama belajar Al-Qur’an.
“Jadi beliau-beliau belajar, anak-anaknya juga belajar. Sehingga di rumah, wali murid bisa mengajarkan dan membimbing anak-anaknya sendiri,” terang Ustad Syaiful Arifin.
Ustad Syaiful Arifin juga mengatakan, kalau dalam wisuda tersebut, Bu Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo yang mewakili Pak Kadis, mulai dari awal sampai selesai ikut acara itu.

Menyaksikan prosesi wisuda Ibu-ibu wali murid Nurul Fikri, yang beliau belum pernah lihat juga di tempat lain. Ketika pamit, beliau bilang, “Ustaz, saya ikuti dari awal, saya belajar dari forum ini.” Masyaallah. Mudah-mudahan nanti jadi inspirasi untuk sekolah-sekolah lain di Sidoarjo.
”Nah, ini Bapak/Ibu sekalian, ini atas kerja sama kita semuanya, ya. Didampingi Wafa yang sudah 10 tahun,” pungkasnya.
Melalui metode ini, pihak sekolah berharap program wisuda kolaboratif antara anak dan orang tua dapat terus berjalan secara berkesinambungan setiap tahunnya.
Dengan adanya keselarasan bimbingan agama baik di sekolah maupun di rumah, orang tua diharapkan mampu mendampingi dan mencetak putra-putri mereka menjadi generasi emas yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.(mad)







