SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung dan memfasilitasi berbagai komunitas masyarakat di wilayah Sidoarjo.
Hal ini dilakukan guna menjembatani komunikasi yang tersumbat antara masyarakat dan pihak pemerintah daerah, khususnya saat memberikan fasilitas pada OPDis (Organisasi Penyandang Disabilitas).
Hal tersebut disampaikan Pranata Humas Dinas Kominfo Sidoarjo Anita Yudi dalam sebuah Forum Fiskusi KBK (Komunitas Belajar Komunikasi) Bersama OPDis Sidoarjo, yang diselenggarakan oleh INOVASI (Inovasi untuk Anak Indonesia). pada (24/5/2026) lalu di Hotel Aston Sidoarjo.
Ia menyampaikan bahwa institusinya siap menjadi jembatan (bridge) bagi rekan-rekan komunitas yang menghadapi kendala atau isu yang sulit tersampaikan langsung ke pemerintah.
”Kami, Dinas Kominfo, berkomitmen penuh dan siap berkolaborasi dengan adanya komunitas-komunitas ini untuk menjadi bridge atau jembatan penyambung jika ada kendala atau isu yang sulit disampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.
Ia terangkan saat merespons keluhan OPDis terkait sulitnya berkoordinasi dengan beberapa dinas tertentu. Kami Dinas Kominfo menawarkan solusi konkret. Membuka pintu lebar-lebar bagi komunitas untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Kominfo.
”Di era sekarang, kunci utamanya adalah kolaborasi hexahelix. Kami membuka pintu lebar-lebar untuk ruang kolaborasi. Jika di dinas lain ada kesulitan, Dinas Kominfo siap untuk memfasilitasi,” tambahnya disambut tepuk tangan dari para peserta.
Selain membuka ruang kolaborasi, Dinas Kominfo Sidoarjo juga menyoroti pentingnya program pelatihan digitalisasi dan literasi digital. Salah satu poin penting yang menjadi catatan khusus dalam forum ini adalah komitmen terhadap pengarusutamaan disabilitas.
Pihak Kominfo mengapresiasi masukan dari salah satu tokoh OPDis, Pak Sudarman yang menjadi staf presiden terkait perhatian khusus bagi kelompok disabilitas. Sebagai dinas teknis yang memiliki peran penting dalam publikasi daerah, baik terkait pengarusutamaan gender maupun stunting.
Dinas Kominfo berjanji akan memasukkan unsur inklusivitas disabilitas ke dalam program kerja mereka ke depan.
”Ini menjadi bahan khusus dan perhatian khusus kami setelah ini. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi langsung dan berkoordinasi mengenai program apa saja yang bisa dikerjakan, diskalasi, dan dielaborasi bersama,” pungkas perwakilan Dinas Kominfo di akhir sambutannya. (mad)







