GRESIK (RadarJatim.id) – Sebanyak 189 siswa TK Muslimat NU 179 Pelangi Kedanyang, Kebomas, Gresik berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Roudlo di Jl. Veteran Gresik, Sabtu (6/6/2026). Didampingi 18 guru, mereka diperkenalkan dengan kondisi riil kehidupan para santri di pesanren, terutama dalam proses pembelajaran tahfidz Al-Quran.
“Secara dini kami perkenalkan anak-anak pada ekosistem pondok pesantren, terutama pada model pembelajaran tahfidz. Harapannya, kelak anak-anak tidak asing ketika harus menjadi bagian dari program Tahfidzul Qur’am,” ungkap Yuanita Ariani, SPd, Kepala TK Muslimat NU 179 Pelangi Kedanyang, di sela mendampingi para siswanya mengunjungi Ponpes Ar-Roudlo.
Keceriaan anak-anak berseragam bernuansa merah ini nampak begitu memasuki area pondok hingga acara berakhir dan berpamitan –untuk kembali ke sekolah—kepada Pemangku Pondok KH Zainul Amin Ismail. Nuansa berbeda yang mereka dapati di luar sekolah seakan menjadi oase dalam ikhtiar mengakrabi Al-Quran. Apalagi ketika bocah-bocah imut ini mengetahui secara langsung kehidupan santri dalam proses pembelajaran tahfidz Al-Quran.
Menurut Yuanita, pengenalan secara dini anak didiknya kepada dunia pesantren dimaksudkan agar mereka memahami pembiasaan dalam “membumikan” Al-Quran dalam praktik kehidupan sehari-hari. Apalagi, lanjutnya, TK Muslimat NU 179 Pelangi Kedanyang juga memiliki program tahfidz bagi para siswanya.
“Meski baru tahap awal, kami berharap mereka memiliki kedekatan dengan dunia Al-Quran yang kelak mengantarkan mereka menjadi generasi Islam yang Qurani,” tandas Yuanita.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini Muslimat NU 179 Pelangi, Drs Suswanto, MPd, mengapresiasi langkah kepala TK yang secara dini mengenalkan pembiasaan membaca dan menghafal Al-Quran kepada para siswanya. Dikatakan, dengan mengajak mengunjungi pesantren, para siswa bisa mengetahui secara langsung bagaimana para santri terlibat dalam pembiasaan membaca dan menghafal Al-Quran.
“Semoga kelak mereka menjadi anak-anak shalih/shalihah yang memiliki kebiasaan dalam membumikan Al-Quran lewat program Tahfidz Al-Quran. Semoga, kelak mereka tidak hanya menjadi Muslim, tetapi sekaligus sebagai generasi Qurani, generasi masa depan Indonesia yang berakhlaqul karimah,” ujar Suswanto. (sha)







