PAMEKASAN (RadarJatim.id) – Dosen Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Surabaya bersama mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi kembali mengadakan pengabdian masyarakat dan program kemitraan masyarakat di Pamekasan, Madura, pada Sabtu dan Minggu (13-14/6).
Kegiatan yang diselenggarakan Prodi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Gigi tersebut berupa “Penguatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Karies Gigi sebagai Indikator Risiko Diabetes Melitus.”
Seperti diketahui bahwa masalah kesehatan gigi, seperti karies gigi, dapat menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai terkait manifestasi diabetes melitus (DM). Komplikasi DM berdampak besar pada kualitas hidup dan usia penderitanya, biaya kesehatan, serta menjadikannya epidemi global.
Sebanyak 19 kader dari Desa Klompang Timur, Kec. Pakong, Pamekasan, terlibat aktif dalam acara yang berlangsung interaktif di bawah pendampingan terapis gigi dan mulut serta bidan setempat itu.
Ketua Panitia Penyelenggara, Siti Fitria Ulfah, S.ST., M.Kes., menjelaskan bahwa tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan praktis kader kesehatan dalam deteksi dini karies gigi sebagai indikator risiko diabetes melitus untuk memperkuat upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.
Ditambahkan, penguatan kapasitas ini sangat bermanfaat bagi kader maupun masyarakat. Di antaranya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari pengendalian manajemen diabetes.
“Juga bermanfaat untuk memperkuat peran kader sebagai agen perubahan kesehatan berbasis masyarakat. Kemudian mendorong deteksi dini dan pencegahan komplikasi diabetes melitus secara nonmedis yang efisien dan efektif,” kata Siti Fitria Ulfah, M.Kes, ditemui di sela acara.
Lebih jauh dikatakan, acara ini juga dapat membantu puskesmas dan tenaga kesehatan setempat dalam menjangkau kelompok risiko tinggi DM dengan dukungan kader terlatih. Dengan demikian dapat mengurangi beban pelayanan kuratif di fasyankes melalui pencegahan yang proaktif dan berkesinambungan.

Tim dosen dan mahasiswa Prodi Kesehatan Gigi Poltekkes Surabaya melaksanakan pengabdian masyarakat dan program kemitraan masyarakat di Pamekasan.
Aktivitas selama dua hari tersebut berlangsung lancar, mendapat sambutan positif dari kader selaku peserta. Mereka bersemangat mengikuti setiap sesi presentasi, melontarkan pertanyaan dalam forum diskusi, berbagi pengalaman, serta informasi kendala di lapangan.
Para kader juga aktif mengikuti pelatihan terpadu dan mempraktikkannya. Sejumlah kader kesehatan berpengalaman terlihat langsung mempraktikkan pemeriksaan gigi pada pasien diabetes melitus. Di antara mereka juga sudah terampil mendeteksi karies gigi pada pasien diabetes melitus. Mereka dapat melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan gigi bagi pasien diabetes melitus yang ditemukan punya masalah kesehatan gigi dan mulut seperti sisa akar akibat karies gigi yang tidak dirawat, gigi goyang, dan gigi hilang.
Selanjutnya, setiap bulan kader kesehatan di desa tersebut dapat memantau masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi pasien diabetes melitus, melalui buku monitoring kesehatan gigi dan mulut.
Harapannya, agar pada pasien diabetes melitus dapat dilakukan perawatan gigi lebih dini oleh tenaga kesehatan gigi untuk meminimalisasi risiko manifestasi diabetes melitus pada rongga mulut. (rio)





