• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Sastra/Budaya

Bupati Yani Sebut Rekor MURI Festival Nasi Krawu Perkuat Identitas Budaya Gresik

by Radar Jatim
28 Juni 2026
in Sastra/Budaya
0
Bupati Yani Sebut Rekor MURI Festival Nasi Krawu Perkuat Identitas Budaya Gresik

Masyarakat antusias menyerbu nasi bungkus krawu yang tersusun dalam gunungan setinggi sekitar 4.5 meter.

33
VIEWS

GRESIK (RadarJatim.id) — Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) di Gresik Universal Science (GUS) Kecamatan Balongpanggang, Minggu (28/6/2026) dikukuhkan sebagai Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri atas 3.000 bungkus nasi krawu, makanan khas Gresik.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menilai capaian tersebut menjadi bukti, bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah, sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi KWGe yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Bupati Yani.

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan, bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

Bupati yang kini genap berusia 41 tahun ini berharap, keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KWGe yang terus konsisten memperkenalkan nasi krawu hingga semakin dikenal masyarakat luas. Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” imbuhnya.

Bupati Yani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, mulai dari Forkopimda, jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pelaku usaha, para sponsor, hingga masyarakat Balongpanggang yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Perwakilan MURI, Ari Andriani, menjelaskan, bahwa pengukuhan Rekor Dunia MURI diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai Rekor Dunia, karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, lomba untuk anak-anak, layanan publik, hingga berbagai aktivitas edukatif. Seluruh rangkaian tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pelestarian budaya sekaligus mempromosikan potensi Kabupaten Gresik.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI tersebut, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (sto)

Tags: Bupati YaniGunungan Nasi KrawuIdentitas Budaya Lokalpemkab gresikRekor MURI

Related Posts

Hadiri Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung, Bupati Yani Berharap Terintegrasi dengan Pariwisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

Hadiri Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung, Bupati Yani Berharap Terintegrasi dengan Pariwisata dan Dongkrak Ekonomi Warga

by Radar Jatim
28 Juni 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Kabupaten Gresik...

Kembangkan Inovasi JDIH Berbasis AI, Dua Tahun Berturut-turut Pemkab Gresik Raih Terbaik II Jatim

Kembangkan Inovasi JDIH Berbasis AI, Dua Tahun Berturut-turut Pemkab Gresik Raih Terbaik II Jatim

by Radar Jatim
26 Juni 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Pemerintah Kabupaten...

Bangun Gresik dari Desa, Wabup Alif Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program

Bangun Gresik dari Desa, Wabup Alif Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program

by Radar Jatim
25 Juni 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Pembangunan Kabupaten...

Load More
Next Post
Toy Fiesta 2026, Hadirkan Runway Inklusif bagi Individu Berkebutuhan Khusus

Toy Fiesta 2026, Hadirkan Runway Inklusif bagi Individu Berkebutuhan Khusus

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In