SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya mengoptimalkan pengawasan proyek infrastruktur pendidikan, Dinas Pendidikan Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) terus melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) langsung di lapangan. Salah satu titik yang ditinjau adalah proyek rehabilitasi bangunan di SDN Sidokerto Buduran Sidoarjo, pada (13/7/2026) siang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras), Rachmad Hidayat, menyatakan bahwa turun langsung ke lapangan merupakan tugas penting untuk mengendalikan, mengawasi, serta mencari solusi cepat atas setiap permasalahan yang muncul di lokasi proyek.
“Setiap kegiatan itu harus kita pantau ke lokasi untuk mengecek, dan untuk mencari solusi apa permasalahan yang muncul. Jadi setiap permasalahan di pekerjaan itu memang harus segera diselesaikan supaya tidak berlarut-larut,” ujar Rachmad.
Berdasarkan hasil pengamatan fisik di lokasi, Rachmad menjelaskan bahwa pengerjaan proyek saat ini masih berjalan di jalur yang benar (on the track). Seluruh material yang digunakan oleh pihak kontraktor dipastikan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi yang ditentukan.
“Mengingat proyek tersebut baru berjalan selama beberapa hari, persentase progres pembangunan saat ini tercatat berada di kisaran awal pengerjaan,” jelasnya.
Dari total tiga kelas yang direhab, dua di antaranya akan ditingkatkan konstruksinya menjadi bangunan bertingkat. Sementara itu, satu ruang kelas lainnya akan difokuskan pada rehabilitasi atap biasa. “Rombel dan ruang kelasnya masih kurang, sehingga kita coba mengakomodir untuk pembangunan ruang kelas baru nantinya,” pungkas Rachmad.
Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd yang ikut memantau lokasi menjelaskan kangkah ini diambil guna memastikan jalannya pembangunan sarana pendidikan berjalan optimal dan tepat sasaran. “Jadi kami juga menyatakan sangat terbuka dan berterima kasih atas setiap masukan, saran, serta kontrol sosial yang diberikan oleh masyarakat,” katanya.
Intinya kita semuanya ingin bahwa adanya rehab di Kabupaten Sidoarjo ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaannya. Sehingga antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan itu harus betul-betul dilakukan. “Makanya, sebagai bentuk transparansi dan keseriusan dalam pengawasan, kami melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik proyek. Salah satunya SDN Sidokerto ini,” jelasnya.
Kami juga berkoordinasi langsung dengan pengawas proyek di lokasi untuk memastikan pemenuhan standar kualitas bangunan. Berdasarkan hasil pemantauan langsung, proyek rehabilitasi di SDN Sidokerto berjalan dengan lancar dan tidak ditemukan adanya kendala atau pelanggaran prosedur.
“Seluruh proses pengerjaan dilaporkan telah berjalan kondusif dan sesuai dengan rencana awal yang ditetapkan,” tegas Netti Lastiningsih.(mad)







