GRESIK (RadarJatim.id) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur memasuki babak baru dalam dunia pendidikan yang memberikan ruang dan kesempatan kepada warganya yang memiliki keterbatasan di bidang ekonomi. Jumat (31/7/2026) hari ini, sejumlah gedung megah dan representatif dengan berbagai fasilitas memadai secara resmi menjadi kawah candradimuka bagi para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.
Tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, terintegrasi dalam satu komplek bangunan megah di atas lahan 6,5 hektare di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik. Sesuai target awal, sebanyak 270 peserta didik –masing-masing jenjang 90 siswa– kini telah resmi menempati gedung sendiri, lengkap dengan asrama dan berbagai fasilitas yang memadai. Diharapkan, dari Sekolah Rakyat inilah, kelak lahir generasi unggul yang memberikan kontribusi konkret kepada daerah dan bangsanya.
“Saya berharap, lulusan pertama SMA di sini mampu menembus dan diterima di kampus-kampus ternama di Indonesia. Ada diterima di Unair, ITS, Al Azhar dan kampus-kampus ternama lainnya. Kalian adalah anak-anak hebat. Karena itu, manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh negara ini sebagik-baiknya,” ungkap Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gresik, Jumat (31/6/2026).
Keinginan besar Bupati Yani, dari sekolah gratis yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin –yang masuk desil 1 dan 2– ini kelak muncul generasi unggul yang tidak saja meraih sukses dunia, tapi sekaligus akhirat.
Karena itu, dalam sistem pembelajarannya, kurikulum yang diterapkan, tidak saja mengacu pada kurikulum standar nasional, tetapi juga diintegrasikan dengan kearifan dan kebijakan lokal yang religius. Kompetensi tambahan yang diharapkan, peserta didik di Sekolah Rakyat ini memiliki kemampuan literasi Al-Quran, lewat tahsin dan tahfidz.

Menandai pelaksanaan MPLS dan secara resmi pengoperasian gedung baru yang berada dalam satu komplek untuk jenjang SD, SMP, dan SMA itu, Bupati Yani yang didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif menandatangani prasasti dan meninjau langsung berbagai fasilitas yang ada di Sekolah Rakyat Terintegrasi1 Gresik ini.
Ikut hadir dan menyaksikan kemegahan kompleks Sekolah Rakyat ini, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Kepala OPD lingkup Pemkab Gresik, relawan PKH, Tagana, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.
Bupati Yani juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas berdiri dan beroperasinya Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, lewat Kementerian Sosial ini. Sekolah Rakyat, kata Bupati Yani, hadir sebagai wujud kepedulian dan hadirnya negara agar tidak ada satu pun anak di Gresik yang terhalang cita-citanya karena keterbatasan ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan. Karena itu, tugas Bapak/Ibu orang tua, tolong kalau malam jangan tidur, doakan anak-anak yang di sini agar sukses meraih cita-citanya,” ujar Bupati Yani.
Ia juga menaruh harapan besar agar keberadaan sekolah ini kelak melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, generasi unggul dan cinta tanah air. Karena itu, Pemkab Gresik juga memastikan, bahwa fasilitas di Sekolah Rakyat terus disempurnakan, mulai dari ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, asrama, hingga sarana ibadah dan olah raga.
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi agar anak-anak mencintai tempat belajarnya, mengenal lingkungannya, dan menanamkan kedisiplinan sejak dini,” kata Bupati Yani.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Rangga Pratama, SSn,MPd, melaporkan, bahwa proses belajar mengajar yang dikembangkan di sekolah ini berbasis: belajar, tumbuh, mengasah otak dan keterampilan. Mengutip pernyataanMenteri Sosial Saifullah Yusuf, Rangga mengatakan, pengembangan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya mengacu pada spirit trilogi Sekolah Rakyat: menjangkau yang tidak terjangkau, memungkinkan yang tidak mungkin, dan memuliakan masyarakat.
“Selamat datang para murid di Sekolah Rakyat, dengan harapan lulusan SR bisa lancar membaca Al Qur’an dan bisa masuk perguruan tinggi favorit, dan konsen

Sementara Kepala Dinas Sosial Gresik, Umi Khoiroh, menyampaikan tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Gresik menerima siswa tingkat SD sebanyak 90 siswa, tingkat SMP 90 siswa, dan tingkat SMA juga 90 siswa. Tak hanya itu, Sekolah Rakyat Gresik untuk sementara menampung titipan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.
“Hingga saat ini, ada 19 gedung yang siap dioperasikan dari rencana 26 gedung yang akan dibangun di komplek ini. Fasilitas yang ada, di antaranya ruang kelas, asrama, masjid, aula, ruang olah raga indoor dan lapangan terbuka. Dikatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan untuk menyempurnakan yang masih kurang sebagaimana direncanakan, sehingga para siswa bisa menikmati suasana belajar di lingkungan yang nyaman.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang melakukan Zoom dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, termasuk dengan Bupati Yani dan keluarga besar Sekolah Rakyat Gresik, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memberikan keperacayaan kepada Jawa Timur untuk melaksanakan salah satu program priotitas Presiden Prabowo Subianto ini. (adv/sto)







