SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMK Krian 2 Sidoarjo terus berusaha membentengi para siswanya dari berbagai bahaya pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Mengingat ribuan remaja Sidoarjo sekarang ini sudah terjangkit HIV/AIDs.
Melihat kondisi tersebut SMK Krian 2 Sidoarjo sudah merancang serangkaian program penguatan karakter menyeluruh. Pembentukan karakter ini diterapkan sejak hari pertama para siswa menginjakkan kaki di sekolah, hingga terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Diterangkan Kepala SMK Krian 2 Sidoarjo Indra Wahyu Suliswanto, M.Pd bahwa penguatan karakter di sekolahnya sudah dilakukan sejak dini, guna membentuk sikap pendidikan dan kedisiplinan secara konsisten.
Jadi, proses pembinaan karakter diawali melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama 1,5 bulan. Sebagai puncaknya, para siswa mengikuti pendidikan pembentukan karakter dan kedisiplinan di Barak Pusdik Brimob Watukosek.
”Selama di barak, para peserta didik dibekali wawasan kebangsaan dan kedisiplinan tingkat tinggi, mulai dari persiapan diri, kegiatan mandi, hingga tata cara makan yang teratur,” terang Indra Wahyu Suliswanto, pada (31/7/2026) sore.
Tak hanya berhenti di barak, habituasi dan nilai-nilai positif tersebut terus diimplementasikan secara konsisten pada seluruh mata pelajaran, baik normatif, adaptif, maupun produktif.
“Kegiatan pembiasaan sehari-hari seperti memungut sampah di awal pelajaran, menjaga kebersihan kelas, hingga berdoa sebelum belajar menjadi rutinitas wajib bagi seluruh siswa,” terangnya.
Kami menyadari sepenuhnya, bahwa remaja usia sekolah menengah (kelas X–XII) memiliki energi yang melimpah dan dorongan kuat untuk mengaktualisasikan diri. “Makanya untuk mengarahkan potensi besar tersebut ke hal-hal positif, SMK Krian 2 Sidoarjo telah menyediakan 30 jenis ekstrakurikuler,” jelas Pak Indra_sapaan akrabnya.
Melalui ekstrakurikuler ini, minat dan bakat siswa dapat tersalurkan dengan baik dan terpantau oleh sinergi antara guru serta orang tua. “Selain menghindarkan siswa dari pergaulan negatif, program ini juga diarahkan untuk mencetak berbagai prestasi berkesinambungan,” tegasnya.
Disamping itu kami juga melakukan kolaborasi lintas Instansi dan Edukasi Bimbingan Kesiswaan. Melalui Tim Kesiswaan yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Guru BK, Pembina OSIS, dan para Pembina Ekstrakurikuler, selalu aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal untuk memperluas edukasi para siswa.

Diantaranya pernah kolaborasi dengan Polrestas Sidoarjo, dengan menggelar seminar, talkshow, hingga podcast edukatif terkait pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah/masyarakat, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta perlindungan wanita dari kekerasan (dengan menghadirkan narasumber Polwan).
Dengan Puskesmas Krian, mengadakan sosialisasi gaya hidup sehat bagi pelajar, skreening kesehatan berkala, gerakan anti-rokok, hingga seminar pencegahan free sex guna menekan risiko penyebaran HIV.
Dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), memberikan pembekalan dan persiapan awal bagi para siswa sebelum memasuki dunia kerja, termasuk edukasi konsumsi makanan sehat bagi calon tenaga kerja.
Melalui pendekatan yang komprehensif ini, SMK Krian 2 Sidoarjo berkomitmen penuh membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dan kompeten di bidangnya. “Tetapi juga memiliki mindset, kebiasaan positif, dan benteng moral yang kuat,” pungkas Pak Indra.(mad)







