SIDOARJO (RadarJatim.id) — Lomba memancing ternyata tidak hanya digemari oleh kaum pria atau para hobiis senior saja. Kegiatan ini juga berhasil menyedot antusiasme para pelajar perempuan yang ingin merasakan pengalaman baru sekaligus melepas penat dari rutinitas sekolah.
Lomba memancing tersebut digelar SMK Negeri 1 Jabon dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 18, pada (11/8/2026) pagi di kolam pancing milik SMK Negeri 1 Jabon sendiri.
Suasananya sangat seru, pesertanya sangat senang riang gembira, penuh canda tawa sembari menunggui kailnya dengan penuh kesabaran, menanti umpannya dimakan ikan, yang didominasi ikan lele. Walaupun belum punya pengalaman memancing, ternyata ada juga siswai yang piawai menarik kailnya saat umpan dimakan ikan.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Septiara Putri Tololeo, siswi kelas XI DPB 1. Septiara mengaku sangat senang dan terhibur bisa berpartisipasi dalam kegiatan lomba mancing tersebut.

Menurutnya, acara ini menjadi ajang refreshing yang sangat seru. “Alhamdulillah seru banget. Baru pertama kali ikut lomba mancing. Dulu waktu kecil cuma suka ikut Papa kalau mancing,” ungkapnya.
Meski tergolong pemula dalam ajang perlombaan, performa Septiara tak bisa dipandang sebelah mata. Ia berhasil menangguk sekitar 13 hingga 14 ekor ikan selama perlombaan berlangsung.
Septiara menilai bahwa kegiatan memancing sangat positif untuk dilakukan oleh siapa saja, termasuk remaja perempuan. Selain menyenangkan, kegiatan outdoor seperti ini menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan pada gadget (handphone). “Bagus banget. Banyak juga teman-teman perempuan lain yang ternyata suka mancing. Menyenangkan dan bikin enggak tegang,” ungkapnya riang.
Mengingat tingginya antusiasme peserta, ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara rutin setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Jabon Nur Faridah Ilmianah, S.Kom MT menuturkan kalau pilihan diadakan lomba memancing ini karena, Jabon merupakan daerah tambak yang karakternya adalah ikan, sehingga anak-anak menginginkan ada lomba memancing.
Apalagi sudah didukung dengan sarana yang ada di sekolah, yaitu punya beberapa kolam yang berfungsi untuk resapan, dan juga berfungsi untuk ketahanan pangan.

“Lomba ini dilakukan antar kelas, jadi setiap kelas mengirimkan perwakilannya. Kami mempunyai 45 kelas, waktu yang diberikan oleh panitia, bisa memanfaatkan untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya,” jelasnya.
Lanjutnya, dengan memancing anak-anak bisa berlatih kesabaran, menunggu umpan di sambar ikan, juga melatih hati agar tidak terburu-buru, fokus menjaga pandangan pada ujung kailnya. “Termasuk juga melatih agat tidak putus asa. Jika senar putus atau gagal mendapat ikan, akan mengajarkan anak-anak cara bangkit lagi bukan menyerah,” tutur Bu Nur Faridah.(mad)







