JAKARTA (RadarJatim.id) – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi momentum bagi DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk menghidupkan kembali semangat gotong-royong melalui kerja bakti di lingkungan masyarakat.
Mengusung tema “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri”, kegiatan tersebut digelar untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Seremoni tahun ini berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026).
Sekretaris Umum DPP LDII, Tri Gunawan Hadi, mengatakan, kerja bakti nasional tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat langsung menjaga lingkungan.
“Kerja bakti merupakan cerminan gotong-royong sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat,” ujar Tri, Senin (17/8/2026).
Kegiatan di RPTRA Sunter Jaya melibatkan warga LDII, masyarakat sekitar, pemerintah setempat, TNI dan Polri. Peserta melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari membersihkan dan menata fasilitas umum, pengecatan, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya hingga penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman produktif.
Tri mengatakan, semangat gotong-royong perlu dijaga agar tidak hanya muncul ketika masyarakat memperingati hari besar nasional. Menurut dia, kerja bersama dalam merawat lingkungan merupakan bentuk sederhana kontribusi masyarakat terhadap pembangunan.
“Bumi ini adalah milik kita, maka kita harus jaga. Sekecil apa pun yang bisa kita lakukan, ayo kita lakukan,” katanya.
Penanaman TOGA dan tanaman produktif juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus membuat kawasan publik menjadi lebih hijau. Kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak oleh warga LDII di berbagai daerah dengan menggandeng pemerintah dan masyarakat setempat.
Lurah Sunter Jaya, Lutfi Rachman, mengapresiasi perubahan kondisi RPTRA setelah kegiatan kerja bakti dilakukan. Namun, menurut dia, pekerjaan tidak berhenti setelah fasilitas dibersihkan dan ditata. Pemerintah setempat akan melanjutkan pemeliharaan secara berkala.
“Setelah kegiatan ini, tentunya maintenance dan perawatan berkala akan terus dilakukan,” ujar Lutfi.
Pemerintah setempat juga berencana mengembangkan kolam gizi di kawasan tersebut. Sementara keberadaan TOGA dan tanaman produktif, diharapkan dapat memperkuat fungsi RPTRA sebagai ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Danramil Tanjung Priok, Aprianto Mebdry, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia melihat perubahan kondisi lingkungan setelah dilakukan kerja bakti bersama.
“Kondisi di sini kurang bersih, tapi dengan adanya kegiatan ini menjadi jauh lebih berubah, jauh lebih baik,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, TNI dan Polri dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi LDII, kerja bakti nasional menjadi pengingat bahwa merawat lingkungan dan fasilitas publik juga merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan. Sebab, setelah seremoni berakhir, tantangan sebenarnya adalah mempertahankan hasil kerja bersama tersebut agar tetap bermanfaat bagi masyarakat. (rul)







