GRESIK (RadarJatim.id) — Ratusan jamaah Masjid Baitul Amin (MBA) Kedanyang memadati lapangan RW 05 –yang bersebelahan dengan masjid– di Perumahan Griya Karya Giri Asri (GKGA) Kedanyang, Kebomas, Gresik, Senin (24/8/2026) malam. Mereka larut dalam pengajian yang digelar pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan Ustadz Drs Suhafiq, MAg sebagai penceramah.
Mengawali rangkaian peringatan Maulid Nabi, Ketua Takmir MBA, Ali Zubaidi, mengatakan, acara yang dihelat malam itu merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahun. Ia juga menginformasikan, bahwa di masjid yang dipimpinnya terdapat sejumlah kajian rutin baik mingguan maupun bulanan yang bisa dimanfaatkan oleh jamaah dan warga Perum GKGA dan sekitarnya.
“Khusus untuk acara peringatan Maulid Nabi malam ini, sebagai takmir masjid, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah men-support pengajian malam ini, termasuk kepada para donasi yang telah membantu kelancaran acara ini. Semoga Allah mencatat sebagai amal salih kita, Aamiin,” ungkap Kaji Ubaid, sapaan akrabnya.
Sementara Ustadz Drs Suhafiq, MAg, saat mengawali paparankajiannya mengajak bersyukur penuh kebahagiaan kepada jamaah dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu, kata Ustadz asal Lamongan ini, sebagai bentuk kecintaan terhadap Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Ia menceritakan, suatu saat Nabi Muhammad kelihatan diam termenung. Melihat hal tersebut, salah seorang sahabat bertanya, “Kenapa Njenengan kok diam, mendel, Kanjeng Nabi?”
Mendengar pertanyaan sahabat itu, Nabi lalu bersabda: “Saya mendengar malaikat Jibril kepengin menjadi manusia”.
Cerita itu pun segera menyebar dan memantik spekulasi pendapat dan analisis, selain pertanyaan yang terus berkembang. Di antaranya, mengapa dan apa alasan Jibril kepengin menjadi manusia. Usut punya usut, muncul analisis, ternyata Allah memberikan kasih sayang terbesarnya kepada manusia jauh melebihi makhluk lainnya.
Masih menurut pandangan kalangan ulama yang menganalisis sikap malaikat Jibril itu, lanjut Ustadz Suhafiq, setidaknya terdapat tiga keistimewaan yang diberikan kepada manusia, bukan makhluk lainnya. Ketigaya adalah: Allah membuat apa saja di alam semesta ini peruntukannya untuk manusia. Termasuk menyiapkan surga dan neraka, ternyata juga buat manusia.
Kedua, Allah menunjuk manusia dan memberikan amanah sebagai khalifah fil ard (pemimpin dunia). Kepercayaan itu, lagi-lagi bukan diberikan kepada makhluk lain selain manusia. Ketiga, kasih sayang Allah kepada manusia, juga dibuktikan dengan memuliakan manusia. Kemuliaan sejati didapat ketika manusia memiliki iman dan takwa. Sementara kemuliaan semu (bisa hilang, tidak langgeng), lanjutnya, biasanya melakat pada manusia berupa harta, pangkat, ilmu.
“Hal lain yang yang membuat malaikat Jibril iri dan ingin menjadi manusia adalah, bahwa manusia menjadi umat Kanjeng Nabi Muhammad yang kelak mendapat syafaat saat hari kiamat. Ketika mendapat syafaat Kanjeng Nabi, maka seseorang itu dijamin masuk surga, kecuali yang idak mau, yaitu yang tidak menurut pada ajaran Nagi,” tambahnya.
Ustadz Suhafiq juga menjelaskan, seseorang bisa masuk surga karena tiga sebab. Pertama, mendapat rido dan rahmat Allah. Untuk bisa dapat rido dan rahmat Allah, katanya, ada lima indikator, yakni : ikhlas dalam ibadah, sabar saat kena musibah, rido terhadap takdir (qodo’) Allah, syukur atas nikmat, dan istiqamah dalam ketaatan.
Kedua, amal baiknya lebih banyak ketimbang dosanya. Dan yang ketiga, mendapat syafaat Nabi Muhammad dengan izin Allah. Kapan Kanjeng Nabi memberikan syafaat? Dikatakan, syafaat itu datang ketika manusia menerima catatan amal setelah kiamat. Jika menerima buku catatan dengan tangan kanan, alamat masuk surga. Begitu juga sebaliknya.
Sementara itu, setidaknya ada tiga tanda umat Nabi Muhammad yang kelak mendapat syafaat dan diakui umatnya. Ketiganya adalah memiliki komitmen mengikuti jejak Nabi, meski banyak tantangan atau halangan, banyak membaca sholawat, dan menyemarakkan Maulid Nabi.
“Nah, dari semua indikator itu, kita termasuk yang mana? Monggo digrayai dewe-dewe. Moga-moga dengan menyemarakkan Maulid Nabi seperti ini, kelak kita mendapat syafaat Kanjeng Nabi dan dapat tiket masuk ke surga,” pungkasnya. (har)








