GRESIK (RadarJatim.id) — Bahagia tak identik dengan bergelimang harta atau fasilitas dan siapa pun berhak mereguknya, tak terkecuali anak-anak jalanan (anjal) dan keluarganya. Paling tidak itulah pemandangan dan suasana di area Terminal Gubernur Suryo Gresik, Selasa (25/8/2026) yang di dalamnya menetap puluhan keluarga di bedak-bedak yang jauh dari kesan mewah.
Di bedak-bedak bekas kios yang terlihat kumuh itu hidup puluhan keluarga yang sebagian besar sehari-harinya “berprofesi” sebagai pengamen dan pengemis. Pemandangan kontradiktif cukup terasa karena keberadaan lokasinya diapit oleh dua pusat perdagangan, yakni komplek pertokoan (ruko) di sisi Barat dan pasar di bagian Timurnya.
Namun, oase nereka rasakan ketika relawan sosial yang care (peduli) dengan anak-anak jalanan dan keluarganya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di lokasi yang terkesan kumuh itu berlangsung rangkaian acara Maulidur Rasul yang meninggalkan kebahagiaan kepada mereka. Ada tausiyah (ceramah) agama seputar perjalanan Nabi Muhammad untuk diteladani.
Selain itu, untaian salawat Nabi yang diiringi dengan hadrah Al-Banjari. Tak kalah menariknya, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah menarik buat anjal yang dikemas dalam doorprize, tetapi disetting semua peserta dijamin kebagian.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Fuad dari Giri, Kebomas mengatakan, mengambil hikmah serta menelusuri kisah perjalanan kehidupan Baginda Rasulullah Muhammad SAW untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari merupakan bukti kecintaan kepadanya. Karena itu, peringatan Maulid Nabi bisa menjadi jalan untuk menguatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Baginda Nabi Muhammad itu sangat sayang pada umatnya. Ketika ada peminta yang kelaparan, Kanjeng Nabi langsung memberikan makanan yang sebenarnya sudah siap disantap. Padahal, sejak sehari sebelumnya, beliau belum mengisi perutnya, kecuali dengan air zam zam,” kisah Ustadz Fuad penuh haru.
Bahkan, lanjutnya, ketika menjelang ajal dan merasakan kesakitan saat mau dicabut nyawanya, Kanjeng Nabi masih menyempatkan diri untuk berdoa untuk umatnya. Dalam kondisi mendekati ajal, Nabi Muhammad masih ingat kepada umatnya dengan menyeru: “Ummati … ummati ….”
Sementara Koordinator Pembimbing Rumah Belajar Anak Jalanan Gubernur Suryo, Ustadzah Iin Budiarti merasa sangat senang bisa menggelar peringatan Maulidur Rosul bersama keluarga besar anak jalanan di Jl. Gubernur Suryo Gresik tersebut.
“Dua tahun lalu kami bisa menghadirkan mantan wakil bupati Gresik untuk peringatan Maulid Nabi. Kami berupaya istiqamah biar anak-anak jalanan di sini juga bisa merasakan kebahagiaan, seperti anak-anak pada umumnya,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Pendiri sekaligus Penanggung Jawab Rumah Belajar Anak Jalanan Terminal Gubernur Suryo, Ali Sugiarto, merasa sangat terharu atas keterlibatan keluarga besar anjal yang begitu antusias dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini.
“Pengurus menyiapkan penceramah, pembaca sholawat sekaligus tim hadrah Al-Banjari. Tak lupa kami juga siapkan aneka hadiah yang diundi dan semua peserta dipastikan dapat. Sementara warga anjal yang ikut merayakan Maulid membawa eneka makanan dan jajanan lalu dimakan bersama-sama,” ungkapnya.
Warga anjal pun nampak sangat senang dengan adanya peringatan Maulid Rasul ini. Selain mengasah aspek spiritual dan kecintaan kepada Nabi Muhammad, acara itu bisa menghadirkan kebahagiaan kepada anak-anak jalanan lewat berbagai hadiah yang disiapkan.
“Sejak pengurus mendampingi, saat Iduladha ada salat Id dan potong kambing. Setiap Maulid juga ada acara di sini. Kami, orang-orang terpinggirkan merasa bangga dan merasa dianggap sebagai warga masyarakat,” kata Joko, sesepuh warga anjal. (sha)







