SIDOARJO (RadarJatim.id) — Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha Perseroda Sidoarjo terus berkomitmen untuk memberikan dukungan nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Melalui program Kredit Usaha Daerah (Kurda), pihaknya menawarkan fasilitas pinjaman dengan suku bunga rendah berkisar antara 2% hingga 4% per tahun.
Selain akses permodalan yang terjangkau, juga telarh bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu untuk memberikan pembinaan serta pelatihan peningkatan keahlian (skill) sesuai kebutuhan para pelaku usaha.
Itulah penjelasan Dirut BPR Delta Artha Perseroda Sidoarjo, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, di sela-sela usai menghadiri kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2026, pada (26/8/2026) pagi di KLG Pagerngumbuk Wonoayu.
Menurutnya, program Kurda ini juga berfungsi sebagai sarana inventarisasi pelaku UMKM di Sidoarjo. “Melalui program ini, tingkat kesadaran pelaku usaha untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) tercatat semakin meningkat,” jelasnya lagi.
Lanjutnya, kepemilikan NIB memudahkan Pemerintah Daerah dalam memetakan sektor ekonomi UMKM, serta memberikan intervensi bantuan yang tepat sasaran.
Sementara itu, dalam melihat tantangan ekonomi saat ini, seperti tingginya harga bahan baku dan perubahan kebijakan, perlu adanya dukungan kolaboratif antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah sangat krusial agar UMKM tetap bertahan (sustain).
”Diantaranya untuk mengakses fasilitas Kurda, persyaratan yang dibutuhkan tergolong sangat mudah, yakni hanya melampirkan KTP Sidoarjo dan memiliki usaha yang beroperasi di wilayah Sidoarjo,” terang Bu Sofie_sapaan akrabnya.
Guna memperluas jangkauan informasi hingga ke tingkat akar rumput, pihaknya juga mengharapkan peran aktif dari pemerintah desa, kelurahan, hingga RT/RW untuk merekomendasikan UMKM di wilayah masing-masing.

“Kami sangat berharap ada masukan dan rekomendasi dari teman-teman di desa. Jika ada data kumpulan pelaku usaha di suatu desa atau RT/RW, kami siap untuk turun melakukan survei bersama dan melakukan sosialisasi secara langsung,” siapnya.
”Jadi, langkah kolaboratif ini kami harapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha lokal, sehingga perekonomian sektor UMKM di Sidoarjo dapat terus tumbuh, dan semakin tangguh menghadapi dinamika pasar,” harap Bu Sofie.(mad)







