SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dunia pendidikan Sidoarjo kembali dibuat bangga oleh torehan prestasi santri lokal.
Dialah Rodhi Iskandar Syah, santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas Sepande, Candi, Sidoarjo, berhasil meraih beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 dan berpondok di Yordania.
Putra sulung dari pasangan Sujani, S.Sos., dan Umi Hanik, S.Pd., ini mendapatkan pembebasan biaya secara menyeluruh.
Menurut Sujani, beasiswa tersebut mencakup seluruh biaya hidup, biaya perkuliahan, akomodasi pondok, hingga biaya perjalanan penerbangan dari Indonesia menuju Yordania.
Prestasi ini bukan hal yang instan. “Sejak menganyam pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA), Rodhi memang dikenal sebagai langganan juara,” jelas Sujani pada (31/8/2026) sore.
Ia uraikan, deretan prestasi yang pernah diraih putranya, diantaranya adalah Peringkat 6 Nasional dalam Lomba Matematika Tingkat Nasional.
Juara 1 Lomba Catur Antar-Pelajar se Kabupaten Jombang. Hafal Kitab Alfiyah Ibnu Malik (1.002 bait) sejak kelas 2 MTs Mu’allimin Denanyar, Jombang. Bintang Pelajar selama dua periode berturut-turut.
Termasuk juga Juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning saat mengenyam pendidikan MA di Ponpes Nurul Ikhlas Sepande, Candi, Sidoarjo,” terangnya.
Berkat rekam jejak akademis dan keagamaan yang gemilang tersebut, pria yang kini mengabdi sebagai Bendahara Umum sekaligus guru agama di Ponpes Nurul Ikhlas ini sebelumnya juga mendapatkan beasiswa kuliah S1 di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).
”Alhamdulillah, bulan September mendatang wisuda S1. Setelah itu, langsung bertolak ke Yordania,” ujar Sujani, ayah Rodhi yang akrab disapa ‘Bupati Swasta’ tersebut.
Sujani membagikan sejumlah kunci keberhasilan dalam mendidik buah hatinya hingga mampu meraih prestasi setinggi ini.

Menurutnya, ada beberapa prinsip utama yang diterapkan di keluarga, yaitu membatasi gawai, alias tidak membelikan HP kepada anak sejak usia kecil.
Keberkahan rezeki, memastikan anak tidak diberi makan dari hasil yang haram. “Yang terpenting lagi adalah kekuatan doa, kami selalu mendoakan anak-anak setiap selesai menunaikan salat lima waktu,” ungkap Sujani yang tak lepas mengepulkan asap rokoknya.
”Yang terpenting, anak harus fokus, punya niat belajar yang kuat, serta semangat tinggi untuk terus berprestasi. Orang tua tinggal berusaha, dan berdoa saja,” pungkas Sujani.(mad)








