SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi sektor pendidikan. Dalam pengarahannya, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo menyoroti pentingnya evaluasi sarana dan prasarana (sarpras) sekolah, serta transparansi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Dewan Sidoarjo Warih Andono, SH dalam acara Bimtek Arkas dan PBD untuk kepala sekolah dan bendahara SD Swasta se Kabupaten Sidoarjo, pada (1/9/2026) pagi di Hotel Luminor Sidoarjo.
Warih Andono menekankan tiga poin utama yang wajib dipatuhi oleh para kepala sekolah dan bendahara dalam mengelola dana BOS agar terhindar dari masalah hukum. Yaitu pengelolaan yang jujur, adalah menjauhi segala bentuk fiktif dan mark-up anggaran.
Kepatuhan prosedur, cara penyusunan pelaporan harus dilakukan secara tertib dan sesuai aturan yang berlaku, dan Integritas kepemimpinan, dengan menjaga keikhlasan dan profesionalisme dalam memimpin lembaga pendidikan.
“Dengan tiga hal ini kalau dilaksanakan, Insya Allah dalam pengelolaan dana BOS akan aman. Namun, kalau tidak sesuai, tentu akan menimbulkan masalah,” tegas politis partai Golkar.
Selain masalah pengelolaan anggaran, Warih juga menyoroti kendala krusial yang dihadapi sekolah tingkat SD dan SMP negeri, yakni menipisnya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai bendahara sekolah akibat banyaknya pejabat yang memasuki masa pensiun tanpa adanya penambahan PNS baru.
“Sesuai aturan yang berlaku saat ini, posisi bendahara sekolah wajib diisi oleh PNS. Regulasi tersebut dinilai menyulitkan sekolah di tengah keterbatasan personel,” singgungnya.
Guna mengatasi persoalan ini, ia berencana mengupayakan langkah tawar agar pegawai dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dapat diberikan kewenangan untuk mengelola posisi bendahara di sekolah negeri.
“Langkah ini kami harapkan menjadi solusi konkret atas krisis tenaga bendahara, sehingga tata kelola keuangan sekolah tetap berjalan aman, nyaman, dan akuntabel,” harap Warih Andono.(mad)








