SIDOARJO (Radarjatim.id) — Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung penanganan medis pasien dugaan keracunan makanan di fasilitas kesehatan setempat pada Selasa (1/9/2026) malam. Hal itu menyusul ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Tanggulangin yang diduga keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya kepada awak media, Subandi mengatakan, beredar kabar yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia. Namun ia memastikan, bahwa seluruh pasien telah tertangani dengan baik dan tidak ada yang meninggal.
Subandi menyampaikan, pemerintah daerah bersama jajaran TNI-Polri bergerak cepat memastikan kondisi seluruh pasien yang tersebar di beberapa titik pelayanan medis.
“Tadi yang isu-isu (meninggal) sudah saya suruh meluruskan, ya. Jadi tidak ada bahasa yang meninggal, tidak ada,” tegas Subandi di lokasi peninjauan.
Berdasarkan pengecekan di lapangan, Bupati Sidoarjo memaparkan sebaran dan jumlah pasien yang dirawat, Puskesmas sekitar 50 pasien ditangani dengan gejala ringan dan penanganan berlangsung cepat. RSUD Sidoarjo sekitar 200 pasien dirawat dan kondisinya terus membaik. RSUD Sidoarjo Barat sekitar 48 pasien mendapat perawatan intensif dan dalam kondisi stabil.
Subandi menambahkan, bahwa sebagian besar pasien di rumah sakit dan puskesmas sudah berangsur pulih dan diperbolehkan pulang secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengimbau para wali murid dan keluarga pasien agar tidak panik. Pemkab berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga seluruh pasien selesai menjalani perawatan.
”Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan pelayanan. Tidak usah ada kekhawatiran, sampai anak-anak cepat sembuh. Kita terapkan dari rumah sakit sampai selesai semuanya, baru diperbolehkan pulang,” kata Subandi.
Rencananya, pihak Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan peninjauan lanjutan ke lokasi penyedia/dapur pengolah makanan (SPPG) untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih komprehensif terkait insiden tersebut.
Terpisah, Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr H Iqbal Faizin, MKes., menyampaikan kondisi terbaru penanganan pasien yang datang di RS, hingga pukul 21.15 WIB, tercatat hampir 60 pasien telah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut melalui rawat inap.
Iqbal mengatakan, seluruh pasien yang datang telah mendapatkan penanganan dari tim medis. Pasien yang kondisinya stabil saat ini tinggal menunggu proses observasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan medis.
“Ya, kondisi di RSCC sampai pukul 21.15, tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60, kemudian yang diperlukan rawat inap tercatat tujuh,” jelas Iqbal.

Menurutnya, pasien yang membutuhkan rawat inap juga telah ditempatkan di kamar perawatan. Sementara pasien lainnya tetap mendapatkan pemantauan hingga kondisinya dinyatakan stabil.
Iqbal memastikan RSI Siti Hajar masih memiliki kapasitas untuk menerima tambahan pasien. Saat ini, rumah sakit tersebut diperkirakan masih mampu menampung sekitar 50 pasien lagi.
“Kami masih bisa menampung kira-kira hampir 50-an pasien lagi, masih bisa. Insyaallah semuanya terkondisikan dengan baik, baik keluarga maupun pasien, yang keluarga di luar, yang pasien di dalam,” ungkapnya.
Sementara itu, berlokasi di RSUD Notopuro, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan tidak ada korban meninggal akibat keracunan menu MBG tersebut.
“Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Berita santri ada yang meninggal itu hoax,” tegas Subandi. (mad)
Data jumlah sementara, santri yang di rawat di RS:
1. RSUD Notopuro: 271 Korban
2. Delta Surya: 14 Korban
3. Siti Hajar: 57 Korban
4. RS Pusura 13 Korban
5. RS Porong 8 Korban
6. Rs Fatimah 22 Korban
7. Rs Klinik Azka 8 korban
Total sementara 393 korban.








