SIDOARJO (RadarJatim.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian khusus terhadap pemilih pemula dengan memberikan edukasi kepada para pelajar yang ada diwilayah Kabupaten Sidoarjo.
Pada pertengahan Juli 2026 lalu, Bawaslu Sidoarjo memberikan edukasi tentang kepemiluan kepada para peserta didik baru Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) yang sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 2 Sidoarjo, SMAN 3 Sidoarjo, SMAN 4 Sidoarjo, SMKN 1 Sidoarjo dan SMKN 1 Buduran.
Melalui program edukasi dan pengawasan bertajuk ‘Bawaslu Sidoarjo Goes to School’ kembali turun ke sekolah-sekolah SMA/SMK/MA untuk memberikan pendidikan tentang kepemiluan kepada para pelajar yang diproyeksikan sebagai pemilih pemula.
Agisma D. Fastari, S.Sos, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Bawaslu Sidoarjo mengatakan, program ini diselenggarakan melalui kolaborasi strategis bersama Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo dengan menyasar sembilan sekolah tingkat SMA/SMK/MA diwilayah Kabupaten Sidoarjo.
Pada tahap awal pelaksanaan tanggal 1–2 September 2026 di 3 sekolah pembuka, yaitu SMK Yayasan Pendikan dan Sosial Ma’arif (YPM) 8 Sidoarjo, SMK Diponegoro dan MA NU Sidoarjo.
“Masing-masing sekolah menghadirkan 60-80 siswa kelas 12 sebagai peserta yang diproyeksikan sebagai pemilih pemula dan pemilih potensial pada kontestasi politik mendatang,” kata Agisma melalui siaran persnya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Agisma bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bawaslu Sidoarjo dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan politik yang inklusif dan aplikatif.
Selain membekali para siswa dengan pemahaman hak-hak politik serta pengawasan partisipatif, program ini difungsikan sebagai instrumen uji petik pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB).
Langkah ini diambil untuk memverifikasi secara faktual keberadaan pemilih baru dan memastikan para pelajar yang telah memenuhi syarat usia terakomodasi dalam daftar pemilih.
“Selain edukasi, momentum ini kami manfaatkan untuk menguji langsung keakuratan DPB di Sidoarjo. Melalui uji petik pada ratusan siswa kelas 12 ditiap-tiap sekolah ini, kami turun langsung memverifikasi agar hak konstitusional pemilih baru yang telah memenuhi syarat usia sungguh terjamin dan tidak luput dari daftar pemilih,” terangnya.
Sementara itu, Agung Nugraha, SH, Ketua Bawaslu Sidoarjo menegaskan bahwa kolaborasi bersama institusi pendidikan merupakan langkah krusial dalam mencetak generasi pengawas partisipatif.
“Pemilih pemula adalah pilar penting bagi masa depan demokrasi kita,” tegas Agung.
Disampaikan oleh Agung bahwa kolaborasi bersama PC LP Ma’arif NU Sidoarjo adalah langkah strategis Bawaslu Sidoarjo, karena sekolah-sekolah dibawah naungan Ma’arif NU memiliki basis pemilih pemula yang sangat besar.
“Kami ingin adik-adik tidak hanya sekadar datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara, red) tetapi punya kesadaran dan literasi politik untuk menolak praktik kecurangan. Seperti politik uang maupun hoaks,” sampainya.
Pelaksanaan di 6 sekolah naungan LP Ma’arif NU Sidoarjo lainnya akan dilanjutkan secara bertahap sepanjang bulan September 2026. Melalui program ini, Bawaslu Sidoarjo berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar pengawasan, menolak politik uang dan aktif mengawal integritas demokrasi di KabupatenSidoarjo. (mams)







