SURABAYA (RadarJatim.id) — Sebanyak 30 siswa SMK Negeri 5 Surabaya yang tergabung dalam Esteam Student Company mengikuti pelatihan marketing halal pada Rabu (2/9/2026), pukul 08.00–11.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Tahun 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memasarkan produk halal secara kreatif, profesional, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan pengalaman dari lingkungan perguruan tinggi diterapkan untuk mendukung penguatan kompetensi kewirausahaan siswa SMK.
Pelatihan menghadirkan Moh. Asaddin Nur, praktisi Marketing Communication, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya membangun kepercayaan konsumen melalui komunikasi pemasaran yang jujur, menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik target pasar.
Para peserta tidak hanya mempelajari konsep pemasaran secara teoretis. Esteam Student Company ternyata telah memiliki produk hasil pengembangan siswa yang siap dipasarkan. Kondisi tersebut membuat materi pelatihan semakin relevan, karena dapat langsung diterapkan untuk memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik kemasan, dan menyusun strategi promosi produk.
Moh. Asaddin Nur menekankan, kualitas produk perlu didukung oleh strategi komunikasi yang tepat. Dalam pemasaran produk halal, promosi tidak cukup hanya mengandalkan konten yang menarik, tetapi juga harus menyampaikan informasi yang jujur, relevan, dan mampu meyakinkan konsumen mengenai mutu serta kehalalan produk.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti pemaparan dan sesi diskusi. Mereka aktif mendiskusikan cara mengenali target konsumen, menentukan keunggulan produk, membangun identitas merek, menyusun pesan promosi, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Peserta menilai, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru, karena sebelumnya mereka lebih banyak berfokus pada proses pembuatan produk. Setelah mengikuti pelatihan, para siswa semakin memahami, bahwa produk yang baik juga memerlukan kemasan yang menarik, pesan komunikasi yang kuat, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengevaluasi kesiapan produk sebelum memasuki pasar. Selain memperhatikan kualitas, siswa juga didorong untuk mencermati desain kemasan, kelengkapan informasi pada label, konsistensi identitas merek, pemilihan media promosi, dan kesesuaian klaim produk.
“Keberadaan produk siap jual yang dikembangkan oleh Esteam Student Company menunjukkan besarnya potensi kewirausahaan siswa SMK Negeri 5 Surabaya. Dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, produk tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki identitas kuat, dipercaya konsumen, dan mampu bersaing di pasar,” Ujar Alfi Rohmatul Hidayah, Ketua Program Pengabdian Masyarakat.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat ITS 2026 ini, siswa diharapkan tidak hanya terampil menghasilkan produk, tetapi juga tumbuh menjadi wirausahawan muda yang memahami prinsip pemasaran halal. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata ITS dalam memperkuat keterampilan kewirausahaan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan berintegritas di tengah perkembangan industri halal. (rj2)







