SIDOARJO (RadarJatim.id) – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, HM. Nizar memiliki komitmen kuat untuk melakukan pengawasan langsung terhadap proyek pembangunan jalan beton diruas Kemangsen-Krian, tepatnya didepan Rumah Potong Hewan (RPH), Kecamatan Krian.
Proyek pembangunan jalan beton senilai Rp 3,61 Milyar itu, dinilai progres pekerjaannya masih mengalami keterlambatan atau tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
HM. Nizar mengatakan bahwa kondisi itu menjadi perhatiannya, karena proyek peningkatan jalan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang aman dan berkualitas.
“Tadi, saya lihat langsung progres pembangunan jalan beton (Kemangsen-Krian, red). Ternyata masih ada deviasi keterlambatan pekerjaan dari timeline yang telah ditetapkan,” kata Nizar saat turun langsung melihat progres proyek pembangunan jalan beton diruas Kemangsen-Krian, Kamis (10/9/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo 4 (Krian, Balongbendo dan Tarik) dibuat kecewa saat melakukan pemantauan, karena tidak menemukan konsultan pengawas berada dilokasi pekerjaan.
Keberadaan konsultan pengawas sangat penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, volume maupun waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
“Konsultan pengawas harusnya langsung mengawasi setiap progres pekerjaan ini. Mereka dibayar untuk mengawasi, bukan hanya terima laporan saja,” ujarnya.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sidoarjo itu menegaskan bahwa dirinya secara berkala akan melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan jalan beton Krian-Kemangsen tersebut.
Ia tidak ingin proyek yang menggunakan anggaran daerah justru mengalami keterlambatan atau ditemukan kekurangan volume maupun spesifikasi setelah pekerjaan selesai.
Pengalaman sejumlah proyek pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran, karena keterlambatan maupun kekurangan volume pekerjaan dapat berujung pada temuan pemeriksaan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.
“Saya tidak ingin kejadian seperti tahun-tahun kemarin. Adanya keterlambatan maupun kekurangan volume, hingga menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, red) kembali terjadi tahun ini,” tegasnya.
Nizar memastikan fungsi pengawasan sebagai seorang legislator tidak hanya dilakukan dari balik meja saja. Ia akan melakukan pemantauan secara langsung terhadap pembangunan yang berada Dapilnya, termasuk memeriksa hasil pekerjaan secara fisik.
“Ini Dapil saya. Saya plototi semuanya. Bahkan ketebalannya nanti saya ukur sendiri,” pungkasnya.
Proyek peningkatan jalan Kemangsen-Krian tersebut mencakup ruas sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter. Pekerjaan pembangunan jalan beton itu menggunakan anggaran sekitar Rp 3,61 Milyar. (mams)








