SIDOARJO (RadarJatim.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).
Langkah kolaboratif ini merupakan wujud komitmen kedua lembaga dalam memperkuat literasi politik masyarakat, sekaligus mengoptimalkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Sidoarjo.
MoU ditandatangani langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Rektor Unusida, Dr. Hadi Ismanto, SHI, MPd dan Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha, SH yang bertujuan membuka ruang bagi kedua lembaga untuk mengembangkan berbagai kegiatan kepemiluan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Sekaligus memperkuat pemahaman serta partisipasi dalam pengawasan Pemilu.
Dr. Hadi Ismanto menyampaikan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Bawaslu Sidoarjo sangat diperlukan untuk bersama-sama memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
Menurutnya bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun sikap kritis mahasiswa dan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu.
“Masyarakat perlu dididik agar kritis terhadap penyelenggaraan Pemilu. Menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah termakan hoaks serta memiliki sikap untuk menolak politik uang,” sampainya.
Dijelaskan oleh Hadi Ismanto bahwa sinergi antara Bawaslu dengan perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan, sekaligus pengalaman langsung terkait kepemiluan. Bentuknya antara lain kuliah tamu, pendampingan Pemilu Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, serta program magang.
“Melalui berbagai bentuk kegiatan tersebut, mahasiswa memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi dan terlibat langsung dalam isu kepemiluan serta pengawasan partisipatif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha menuturkan bahwa pengawasan Pemilu membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
Ia juga menuturkan bahwa kampus dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pemahaman kepemiluan, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.
“Sinergi dengan kalangan akademisi dari Unusida merupakan energi positif yang luar biasa bagi Bawaslu Sidoarjo. Kami tidak hanya terbantu dalam mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi, tetapi Bawaslu juga dapat menjadi laboratorium praktis bagi para mahasiswa melalui KKN Tematik dan program magang,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Sidoarjo berharap iklim demokrasi yang sehat dan berintegritas dapat terus terbangun dari akar rumput, sekaligus melahirkan generasi muda terdidik yang melek politik dan aktif mengawasi jalannya proses demokrasi. (mams)








