GRESIK (RadarJatim.id) — Deretan tenda mulai berdiri di kawasan Wisata Alam Gosari (Wagos) Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jumat (18/9/2026). Bukan bapak dan ibu guru yang memasangnya, melainkan para peserta Tahfidz Camp #6 SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) secara langsung dan bergotong royong.
Sejak tiba di lokasi, peserta sudah terbagi dalam beberapa kelompok. Mereka bekerja sama menyiapkan tempat peristirahatan mereka siap digunakan, yakni tenda.
Sementara bapak dan ibu guru Spemutu mendampingi setiap proses pemasangan. Guru memberikan arahan ketika peserta mengalami kesulitan sekaligus memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman dan tertib.
Kepala Urusan Sarana dan Prasarana Spemutu sekaligus Koordinator Perlengkapan Tahfidz Camp, Sunarko, SPsi, mengatakan, keterlibatan peserta dalam pemasangan tenda merupakan bagian dari pembelajaran kemandirian.
“Kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk memasang tenda sendiri dengan didampingi bapak dan ibu guru. Ini bukan sekadar mendirikan tenda, tetapi juga melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan tugas bersama,” ujarnya.
Menurut Sunarko, proses tersebut membuat peserta belajar membagi peran dan saling membantu. Guru tidak mengambil alih pekerjaan, tetapi memberikan pendampingan agar peserta dapat menyelesaikan tugasnya sendiri.
Sementara itu, Kepala Urusan ISMUBA sekaligus Ketua Pelaksana Tahfidz Camp #6, Devi Churriyah, SPd, menjelaskan, bahwa aktivitas pemasangan tenda sengaja menjadi bagian dari pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya fokus pada target hafalan Al Quran, tetapi juga belajar mandiri, bekerja sama, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan kelompoknya. Bapak dan ibu guru hanya mendampingi sekaligus memberikan arahan agar setiap proses tetap aman dan terarah,” jelasnya.
Devi menambahkan, suasana alam menjadi ruang belajar yang berbeda bagi peserta. Melalui berbagai aktivitas yang diagendakan, peserta diharapkan mendapatkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan hafalan, tetapi juga pembentukan karakter.
“Harapannya, selama dua hari di alam, anak-anak mendapatkan pengalaman yang utuh. Mereka belajar bersama Al Quran, menikmati kebersamaan, sekaligus membangun akhlak dan kemandirian melalui berbagai aktivitas yang mereka lakukan sendiri,” tambahnya.
Salah satu peserta, Ananda Rahmat Ibrahim, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pemasangan tenda. Baginya, aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru yang mengajarkan pentingnya kerja sama.
“Awalnya agak bingung memasangnya, tetapi setelah dibagi tugas dan saling membantu, akhirnya tenda bisa berdiri. Saya senang karena bisa belajar mandiri dan bekerja sama dengan teman-teman,” ungkapnya.
Pemasangan tenda menjadi salah satu aktivitas pembuka Tahfidz Camp #6 yang berlangsung Jumat-Sabtu (18–19/9/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Dua Hari Bersama Al Quran, Selamanya Bersama Akhlak.”
Melalui aktivitas sederhana mendirikan tenda, peserta Spemutu belajar bahwa kemandirian tidak selalu diajarkan melalui teori. Ketika tangan bekerja bersama, tumbuh pula tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan. (Beny Syah/har)








