SIDOARJO (RadarJatim.id) – Para siswa SMK YPM 8 Sidoarjo menyambut positif adanya layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang dilaksanakan langsung di lingkungan sekolahnya.
Layanan jemput bola yang dilanggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Sidoarjo, pada (22/9/2026) pagi ini dinilai sangat membantu, dan mempermudah siswa dalam kepengurusan dokumen kependudukan tanpa harus mengganggu aktivitas belajar.
Salah satu siswa kelas X TPM 5 SMK YPM 8 Sidoarjo, Nur Ahmad Maulana Mufti, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti proses pengambilan foto dan perekaman data diri.
Menurutnya, program jemput bola ini sangat praktis dan mempercepat proses penerbitan identitas resmi mereka. “Saya sangat senang sekali, karena program ini memudahkan untuk pihak sekolah dan teman-teman. Setelah perekaman ini kita tunggu satu minggu kemudian KTP-nya sudah jadi,” kata Nur Ahmad yang saat ini masih berusia 16 tahun.
Sebelum adanya layanan perekaman e-KTP di sekolah ini, para siswa umumnya hanya mengandalkan Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Pelajar sebagai dokumen identitas diri untuk berbagai keperluan.
“Dengan dimilikinya e-KTP secara resmi kelak, kami merasa lebih tenang karena sudah memiliki dokumen identitas legal yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi di masa depan,” ungkapnya.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni juga menyambut baik kegiatan perekaman e-KTP yang telah menjadi agenda rutin tahunan hasil kerja sama sekolah dengan Dispendukcapil Sidoarjo.

“Kali ini ada sekitar 150 hingga 170 siswa mengikuti perekaman e-KTP, yang telah disesuaikan dengan alokasi waktu dan kuota. Perekaman ini, dinilai vital bagi lulusan SMK yang dipersiapkan langsung menuju dunia kerja BMW ( Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha),” sambutnya.
Lanjutnya, sebagai sekolah kejuruan, lulusan kami diproyeksikan untuk langsung bekerja. Untuk masuk ke dunia kerja, kepemilikan identitas resmi berupa KTP adalah syarat mutlak. “Harapan kami, setelah lulus ujian anak-anak sudah memiliki KTP sehingga siap bekerja. Kedepan, kami juga berharap bisa mengembangkannya dengan kerja sama bersama pihak kepolisian untuk pengurusan SIM C massal bagi siswa,” harapnya.
Sementara Kepala Dispendukcapil Pemkab Sidoarjo, Drs. Reddy Kusuma, MA mengungkapkan bahwa program Dispenduk Goes to School menyasar para pemilih dan penduduk pemula. Perekaman e-KTP sudah bisa dilakukan sejak siswa berusia 16 tahun, meski cetak fisik KTP tetap diberikan saat usia 17 tahun.
“Kegiatan perekaman 2026 ke sekolah-sekolah kami lakukan rutin setiap minggu. Hingga saat ini, tercatat sudah sekitar 50 sekolah yang kami jangkau dengan target rata-rata perekaman minimal 150 siswa per sekolah,” jelas Reddy Kusuma.(mad)








