SIDOARJO (RadarJatim.id) — Momen wisuda selalu menjadi pijakan baru bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut dirasakan betul oleh Rodhi Iskandar Syah, salah satu wisudawan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Wisuda X Tahun 2026 ini.
“Momen kelulusannya ini bukan sekadar purna tugas akademik, melainkan awal dari perjalanan studi lanjutnya ke Yordania,” katanya pada (22/9/2026) siang.
Selama menempuh pendidikan di Unusida, Rodhi mengaku mendapat banyak bekal berharga. Tidak hanya pemahaman akademik, Unusida juga membentuk karakter dan etika dalam berilmu.
“Kesan saya selama kuliah di Unusida sangat mendalam. Kampus ini memberikan dorongan dan motivasi yang kuat agar saya lebih beretika dalam menyampaikan ilmu. Selain itu, proses penyusunan skripsi benar-benar mengajarkan saya cara menulis karya ilmiah yang benar dan sistematis. Pengalaman itu sangat bermanfaat bagi perjalanan saya ke depan,” ungkap Rodhi.
Meski tidak menorehkan prestasi khusus di bidang akademik kampus, Rodhi memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di lingkungan pesantren. Di Pesantren Nurul Ikhlas, tempatnya menimba ilmu agama, ia berhasil mencatatkan prestasi dalam keahlian membaca kitab kuning.
Kini, fokus utama Rodhi tertuju pada persiapan keberangkatannya ke Yordania untuk mendalami ilmu keislaman. Ia menjalani pembekalan yang cukup padat, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa hingga pendalaman literatur klasik.
“Persiapan ke Yordania saat ini diisi dengan bimbingan bahasa Arab secara intensif selama tiga bulan. Di samping itu, saya juga memfokuskan diri mempelajari dua kitab utama, yaitu Bughyatul Arib dan Manhajul Imam Al-Baidhawy, yang keduanya merupakan literatur penting dalam fan ilmu Ushul Fikih,” jelas Rodhi yang didampingi orang tua, Sujani, S.Sos dengan sapaan akrab Bupati Swasta itu.
Selain persiapan akademik dan bahasa, persiapan spiritual serta mental menjadi modal penting yang tidak boleh terlewatkan. Meminta doa restu (sowan) kepada para kyai dan pengasuh pesantren merupakan tradisi penting untuk meraih keberkahan ilmu sebelum berangkat ke tanah syam.
Sebagai almamater pesantren tempat mengabdi dan mengukir prestasi membaca kitab, sowan kepada pengasuh utama dan para ustadz di Pesantren Nurul Ikhlas menjadi prioritas utama untuk meminta ridho dan arahan spiritual.
Dengan perpaduan bekal etika dari Unusida, penguatan keilmuan kitab dari pesantren, bimbingan bahasa yang matang, serta restu dari para guru dan kyai, Rodhi siap melangkah membawa misi keilmuan menuju Yordania.
Sementara itu, mantan rektor Unusida, Dr. H. Khoirul Anam MP.d memberikan ucapan selamat kepada Rodhi Iskandar Syah melalui bapaknya.
“Alhamdulillah putra cak Jani hari Minggu nanti wisuda. Selamat ya, semoga ilmunya bermanfaat dan berkah. Dapat ilmu dunia dan ilmu akhirat. Luar biasa,” terang Sujani menirukan ucapan Rektor Unusida yang pertama tersebut.(mad)








