SIDOARJO (RadarJatim.id) – Pembentukan karakter anak sejak usia dini tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Melalui wadah kreasi dan ekspresi, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Waru menggelar kegiatan Gebyar Pentas Seni bertajuk “Satu Panggung Sejuta Kreasi”.
Sebanyak 750 anak-anak dari 90 lembaga pendidikan tingkat TK se-Kecamatan Waru tumpah ruang memadati Unimas Distrik Waru, Sidoarjo.
Karena tingginya antusiasme peserta, perhelatan seni dan ajakan mencintai kedamaian ini berlangsung meriah, sehingga harus dilaksanakan dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu, 26 September hingga Minggu, 27 September 2026.
Prosesi pembukaan hari pertama dilakukan oleh Pengawas TK Korwil Dikbud Kecamatan Waru Anik Kartini, S.Pd., M.Pd. dan hari kedua dilakukan oleh Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Sidoarjo, Ifrochah, S.Pd.I., M.Pd.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan Waru Azizah, S.Pd.I., serta jajaran Pengurus IGTKI Kecamatan Waru, serta perwakilan dari HIMPAUDI dan K3TK Kecamatan Waru.
Dalam sambutannya, Ifrochah menuturkan bahwa Gebyar Pentas Seni ini merupakan agenda rutin tahunan IGTKI Kecamatan Waru yang selalu dinantikan.
“Saya mengapresiasi IGTKI Kec. Waru memprogram kegiatan rutin tahunan ajang kreasi bakat dalam pentas seni sejuta aksi kegiatan untuk melatih keberanian, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih anak menjadi bagian dari kelompok serta mengembangkan kreativitas dan ekspresi diri anak sejak usia dini,” ungkapnya.
Menurutnya, panggung ini adalah momen emas bagi para siswa untuk memamerkan bakat terbaik yang telah dipelajari di sekolah.
”Bakat-bakat ini tentunya telah diasah di sekolah masing-masing melalui proses yang panjang, sehingga bisa ditampilkan hari ini secara maksimal,” tutur Ifrochah.
Anik Kartini juga menjelaskan Pentas seni ini tidak sekadar menjadi ajang tontonan, melainkan memiliki dampak positif yang luas bagi seluruh ekosistem pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, untuk melatih keberanian, mentalitas, serta rasa percaya diri untuk tampil di depan umum sejak dini. Sekaligus menjadi wadah evaluasi efektif terhadap pembelajaran seni dan ekstrakurikuler yang telah dijalankan di sekolah.
“Disemping itu juga memberikan kesempatan emas untuk melihat langsung perkembangan, bakat, dan potensi yang dimiliki buah hati mereka,” jelasnya.

Ketua IGTKI PGRI Kec Waru Azizah, S.Pd.I M.Pd juga menambahkan melalui acara ini, IGTKI-PGRI Kecamatan Waru menekankan bahwa pesan utama dari “Satu Panggung Sejuta Kreasi” bukanlah tentang siapa yang menjadi paling bagus atau meraih juara.
“Esensi utamanya adalah memberikan ruang yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh anak untuk berani tampil, berekspresi secara bebas, dan merayakan indahnya kedamaian bersama,” tambah Bu Azizah_sapaan akrbnya. (mad)








